Mimpi Dan Harapan
|
Kamis, 10 Januari 2013
|
Puisi
|
Ini Aku. Dengan segala cinta kasih yang mengalir tiap harinya disisi
hari yang berganti. Aku yang menjalani kelu, pilu, riang, bahagia,
kecewa, menangis, tertawa, dan tersipu. Dengan rasa yang berbeda
menyusup tiap detik yang berdentung merdu. Dilahirkan seorang 'aku' yang
memiliki mimpi dan harapan mengepul nurani. Saatku merenung dalam jenuh
yang menggebu sebuah cerita hilir mudik mendatangi pikiran tanpa sadar.
Sekarang dalam hati yg teguh ku eratkan segala perasaan ke dalam
tulisan. Aku bermimpi menjadi mak comblang bagi 'kata' yang galau
menyendiri. Ingin kucarikan 'kata lain' diantara milliaran kata indah
agar menemaninya sepanjang hidup. Hingga 'kata' yang menyendiri itu tak
lagi jenuh, tak lagi jengah, ditemani pasangan 'kata lain' yang berjodoh
selamanya. Namun, tak hanya puluhan kata yang ingin ku temukan jodohnya
aku ingin merangkul mereka di atas altar buku yang megah. Jutaan
pasangan kata itu menjadi istimewa selalu dibaca orang dengan semangat
bak doa untuk mereka selalu bersama di suka maupun duka. Sunggu manis
mimpiku.
Dan harapan yang kurajut tiap malamnya menjadi doa yang memanjang untuk
perempuan yang mencintai dengan tulus. Ibu. Selalu mengguyurku dengan
senyum lembut dan membasuhiku dengan suara yang meneduhkan. Harapanku ku
tuangan dalam kata hingga nanti aku bisa membuatnya bangga memiliki
anak sepertiku. Cintanya terus menjalar sampai ke seorang laki-laki
kecil . Dia adikku. Dia tumbuh dengan cinta yang jauh. Aku berharap ia
tetap merasakan kasih sayang kakak perempuannya ini terus kukirim lewat
udara yang hirup tiap detiknya.
Terima
kasih Tuhan telah memberi arti dalam hidupku. Semoga mimpi dan harapan
itu Kau antarkan dalam takdir yang indah pada waktunya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar