#33 Sedikit Gambaran

| Kamis, 31 Januari 2013 | |
Sedikit Gambaran

#Jullyanti

Hai. Bagaimana kabarmu? Semoga baik-baik saja. Kenapa aku menulis ini? Niat, sangat niatan aku menulis ini untukmu. Apa salahnya aku memberi sesuatu pada temanku sendiri berupa tulisan ini? Ya ini hanyalah kilasan antara aku dan kamu di masa sekolah dahulu. Semoga kamu menyukainya.

Baik, berani dan ceria. Itulah karakter yang bisa kutangkap selama ini. Kamu selalu tulus dalam berteman. Tidak memandang orang dari latar belakangnya yang menurutmu cocok dengan kepribadianmu ya kamu pasti dengan senang hati menjalin pertemanan dengannya. Kebiasaanmu yang paling kuingat adalah kamu selalu tertawa lepas dan bebas. Terkadang tawamu meledak begitu saja dalam kelas. Selain itu, kamu juga telaten menjadi sekretaris kelas. Kadang kamu mengeluh namun kamu tetap memegang kuat tanggungjawabmu itu. Aku salut.

Jujur saja simpang siur kabar tentangmu beberapa bulan terakhir ini. Aku tak memastikan kamu kini dimana. Entah di tasik atau pindah ke suatu kota. Yang jelas aku rindu saat kita bermain fruit ninja. Bergantian kita memainkan game itu. Kadang aku dan kamu terlalu asik bertanding membelah buah-buah yang dipentalkan itu dibanding mendengarkan guru di depan kelas. Masihkah kamu mengingatnya?

Masih banyak sekali yang bisa diobrolan. Namun disini aku tidak bisa mengisahkan keseluruhannya. Yang menjadi cerita sepenuhnya biar kita simpan baik-baik tidak hanya dalam pikiran melainkan dalam hati juga. Pengharapan yang mulia semoga mengantarkanmu  pada cita-cita yang kamu ingini selama ini. Aku Rida Farida, menulis ini sebagai sedikit gambaran pertemanan kita.

#32 Apa Ini

| Kamis, 31 Januari 2013 | |
Apa ini?

#VerdiDestiana

Hai. Apa kabar? Semoga dalam keadaan terbaik. Aku menulis ini sebagai wujud  pertemanan kita yang dulu pernah terjalin. Tapi ngomong-ngomong apakah kamu masih mengingatku? Kemungkin saja’ iya, tidak atau bahkan dilupakan’. Tapi apapun jawabanmu atas pertanyaan tadi tak menyulutkanku untuk tetap menuliskan  semua ini untukmu. “Apa ini?” . Pasti kamu bertanya begitu sebelumnya. Maka silakan baca sampai selesai barulah pertanyaan itu bisa terjawab dengan sendirinya.

Kamu sosok teman yang unik. Kamu baik dan apa adanya. Beberapa kali kamu membantuku dalam berbagai hal. Mungkin itu salah satu pembuktian bahwa kamu sosok orang  yang suka membantu. Terutama membantu teman seperti aku  ini . Yaa walau  harus ada sedikit kesungguhan untuk memaksa akhirnya kamu mengiyakan  juga. Tapi, aku tetap berterimakasih atas bantuanmu itu.
Aku tau, kamu berasal dari Pangandaran. Kota pantai yang sangat terkenal di tempatku. Tak bisa dihitung berapa kali aku berkunjung kesana. Saking seringnya aku dan keluarga menjadikan tempat kelahiranmu itu menjadi tempat wisata bersama saat berlibur. Awalnya aku mengenalmu saat  kita dalam satu gugus yang sama dan kamu pun memperkenalkan diri di depan kelas. Ternyata setelah Masa Orientasi Sekolah berakhir kita ditakdirkan dalam kelas yang sama. Ya sejak itu aku semakin mengenalmu. 

Bila diperhatikan tahun ke tahun perubahan demi perubahan sangat kentara sekali. Bisa dibilang kini kamu lebih bergaya, mengikuti mode dan lebih berani. Bukan berarti dulu kamu terlihat culun hanya saja dulu kamu tampil apa adanya. Ya memang waktu dan lingkungan bisa mengubah orang menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk. Aku harap setiap perubahan itu tetap pada jalurnya. Maksudku tetap dalam jalan yang positif karena aku sebagai temanmu selalu mendoakan yang terbaik.

Mungkin hanya ini yang bisa kusampaikan. Tak seberapa memang, namun  itulah sebagian kecil cerita pertemanan kita di masa lalu. Semoga apa yang menjadi cita-citamu selama ini bisa tercapai dengan baik. Aku Rida Farida, inilah jawaban dari pertanyaanmu diatas.

#31 Siapa Yang Tak Kenal Kamu

| Kamis, 31 Januari 2013 | |
Siapa Yang Tak Kenal Kamu?

#DheaRizkiUtami

Hai. Apa kabar? Baik-baik sajakah kamu disana? Masih samakah dirimu yang kukenal dengan kamu yang sekarang? Bukan berarti berubah menjadi power ranger tapi maksudku adalah perubahan karaktermu. Ya semoga saja yang baik tetap baik karena selama ini aku mengenali dan menyukai kebaikkanmu itu. Ini hanya sebagai lambang pengingat antara kita. Tapi bukan berarti pengingat alarm handphonemu. Anggap saja sesuatu yang bisa kuberikan padamu.

Aku mengenalmu dari sahabatku. Kamu adalah tetangga sekaligus teman dari kecil sahabatku itu. Lama semakin lama aku pun akrab denganmu. aku sering berkunjung ke rumahmu dan bertemu keluargamu yang ramah itu. Senang bisa kenal denganmu dan keluargamu. Salam buat ibu serta bapamu di rumah.

Yang bisa kubaca mengenai sifatmu mungkin agaknya menarik. Baik, murah senyum, pemberani, mudah bergaul, walau sedikit cerewet dan ceroboh. Segalanya melengkapi sosok dirimu dalam setiap kebiasaan dan kegiatanmu. Selain itu, kamu cantik dan banyak yang menyukaimu. Dulu mungkin bisa dibilang aku mengikuti  kisah percintaanmu dengan baik. Sayangnya, mereka yang mendekatimu selalu saja ‘mudah datang dan mudah pergi’. Sekalinya begitu aku tak pernah melihatmu dalam keadaan deman galau. Selalu ceria dan tiada beban. Bukankah begitu? Tak ada kata galau dalam hidupmu. Selama bumi masih berputar disitulah seorang ‘Dea’ tetap eksis. Ngomong-ngomong soal eksis, kamu memang orang dengan sensasi di dunia maya terutama facebook. Apapun yang menjadi kondisimu selalu di share ke internet. Saking rajinnya kamu mengupdate aktivitas di facebook seringnya berandaku dipenuhi status darimu. Wah, memang kamu harusnya dinobatkan menjadi ‘Miss Facebook Abadi’. Alhamdulilahnya, kamu belum hijrah ke jejaring sosial lain seperti twitter. Makanya Timeline twitterku masih bersih dari kicauan seorang ‘Miss Facebook Abadi’.  Lagian bisa dipikir masa iya ‘Miss Facebook Abadi’ pindah haluan ke twitter? Jika kamu masih betah bereksis ria disana ya lanjutkan saja. Hahaha :p

Berbasa-basi disini memang tidak memuaskan. Kita harus meluapkan segalanya dengan bertemu. Aku merindukan kamu dalam dunia nyata bukan dalam dunia maya. Entah kapan dan dimana mungkin kita bisa menentukannya jikalau ada kesempatan untuk bertemu. Tetap dalam setiap harapan yang baik-baik semoga selalu menyertai keseharianmu. Aku Rida Farida, sudah pasti mengenalmu, Miss Facebook Abadi.

#30 Kamu Bukan Dugaan

| Kamis, 31 Januari 2013 | |

Kamu Bukan Dugaan

#RifkiAkbarFauzi

Hai. Apa kabar? Semoga baik-baik saja seperti biasanya. Apa menurutmu ini lelucon?  Ya jika begitu anggap saja ini lelucon tentangmu. Tak banyak yang bisa diharapkan dari tulisan ini tapi untuk saran, bacalah dengan santai. Mungkin dengan merelakan waktu 2 menit saja untuk memahami setiap kata yang kutulis ini.

Teman. Ya aku menganggapmu sebagai teman. Segala keanehan dan keunikan ada pada dirimu. Jujur saja, dengan penampilanmu yang cuek, berantak dan selengean siapa yang dapat menyangka bahwa kamu sebenarnya memiliki kepintaran yang luar biasa. Terlihat kurang serius dalam belajar namun nyatanya lebih paham dibanding aku yang terpaku kuat terhadap penjelasan guru.  Selain itu ,hal lainnya yang tak pernah ku sangka ketika tau kamu memiliki saudara kembar. Awalnya aku tak percaya namun itulah kenyataan. Yang menjadi menarik adalah karakter kamu dengan saudara kembarmu agaknya berbeda. Kamu  laki-laki yang aktif atau bisa disebut lincah, sedangkan saudaramu terlihat agak lugu dan pemalu. Katamu juga begitu. Kembar tapi beda karakter.

Dulu, sewaktu kertas ulangan matematika di bagikan. Diantara teman-teman yang lain nilai kamulah yang sempurna. Kebetulan saat itu kita sedang diajar oleh PPL dari sebuah Universitas. Ternyata ia tidak  begitu saja percaya dengan nilaimu itu. Makanya, ia menyuruhmu mengulang kembali ulangan matematika yang telah dikerjakan itu.  Mungkin ia tertipu dengan penampilanmu yang berantak dengan nilai yang tercantum sempurna di atas kertas. Namun, ternyata setelah selesai dan diperiksa oleh guru PPL itu, ia malah tercengang lantaran nilaimu masih sempurna. Nah, dari situlah ia bisa menghargai kemampuanmu.

Sebenarnya banyak sekali keanehan tingkahmu selama ini. Hanya saja tak cukup waktu dan ruang untukku menceritakannya disini. Pengharapan yang baik-baik semoga selalu menaungi setiap kesaharian kehidupanmu. Aku Rida Farida,  menganggapmu teman dengan segala ketidakterdugaan sama sekali.

#29 Lebih Dari Puisi

| Kamis, 31 Januari 2013 | |
Lebih Dari Puisi

#OlgaNurBaduri

Hai. Bagaimana kabarmu? Mudah-mudahan dalam keadaan baik. Aku menulis ini dengan niatan ingin mengulas kembali  peristiwa antara kita. Ini hanyalah sebagian  kecil tentang kamu, tentang pertemanan kita sepanjang 2 tahun belakangan ini menjadi proses perkenalan antara aku dan kamu.

Menurutku kamu sosok perempuan yang aktif, pemberani, penyayang dan lucu. Kamu aktif dalam ekstrakulikuler sekolah. Pramuka adalah bagian darimu. Sepertinya ‘pramuka’ dan seorang ‘Olga’ itu tak dapat dipisahkan lantaran dua hal itu saling melengkapi satu sama lain. Kamu begitu mencintai pramuka. Begitukah?   Aku pernah mendengar selama masih duduk di bangku SMA katanya kamu suka mengajar anak-anak. Aku tak tau pasti entah itu mengajar mengaji atau mengajar pelajaran. Menurutku itu salah satu pembuktian bahwa kamu adalah sosok yang menyukai anak-anak. Selain itu, sering kali kamu membuat celetukan-celetukan yang lucu. Hingga seisi kelas tertawa dikarenakan candaan spontanmu. Aku masih mengingatnya..

Dan aku mengenang saat-saat  ketika kita bersama-sama dengan gigihnya berlatih. Berlatih untuk menghadapi lomba membaca puisi. Dua kali kita mengikuti lomba tersebut dan dua kali juga kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk menang. Di perlombaan pertama kamu membaca puisi Chairil Anwar berjudul ‘Aku’. Agaknya kamu mendadak merubah puisi yang akan kamu bacakan. Tapi, kentara sekali keseriusanmu saat berlatih membaca puisi. Tak mudah memang menjiwai karya orang lain untuk diaplikasikan terhadap mimik, suara dan bahasa tubuh. Sebenarnya bukan hanya itu, yang paling penting kita harus memahami dan mengibaratkan kita sendiri yang membuat puisi itu. Namun, kemenangan belum berpihak kepada kita. Tak apa, walau kecewa aku merasa bahagia karena telah mendapatkan pengalaman yang berharga. Bukankah kamu juga begitu? Kita mensyukuri atas kesempatan yang diberikan  Tuhan untuk merasakan pengalaman yang tidak pernah terlupakan.

Kini bisa dibilang komunikasi antara aku dan kamu lenyap begitu saja. Entah dimana dan entah apa yang kamu kerjakannya sekarang. Tapi, apapun yang kamu lakukan sekarang semoga bisa mengantarkanmu ke gerbang kesuksesan. Dalam segala hal kamu selalu berani selayaknya dulu aku melihatmu dengan sosok seperti itu. Aku Rida Farida, menganggapmu sebagai teman ber jiwa sastra yang lebih dari  sekedar puisi.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -