Burung Berkicau
|
Kamis, 10 Januari 2013
|
Puisi
|
Burung berkicau dengan cerewetnya
Membangunkanku tak sabar
Padahal menengok jendela tak secerah biasanya
Dalam hati ku kira masih pagi yang bertanya
Ternyata fajar telah hilang dan matahari mewujudkan raganya
Kurasa pantas burung itu marah padaku
"Maaf wahai engkau aku bermain di dalam mimpi terlalu asyik"
Sampai akhirnya ku gerakan tubuh
Mengangkatnya penuh semangat dari tumpukan kasur dan selimut
Membuka mata membuka hari
Melangkah pasti mengerjar masa
Burung berkicau tersenyum sumringah
10 januari 2013
11:46
Tidak ada komentar:
Posting Komentar