#29 Lebih Dari Puisi
|
Kamis, 31 Januari 2013
|
Seuntai Surat
|
Lebih Dari Puisi
#OlgaNurBaduri
Hai. Bagaimana kabarmu? Mudah-mudahan dalam keadaan baik. Aku
menulis ini dengan niatan ingin mengulas kembali peristiwa antara kita. Ini hanyalah sebagian kecil tentang kamu, tentang pertemanan kita
sepanjang 2 tahun belakangan ini menjadi proses perkenalan antara aku dan kamu.
Menurutku kamu sosok perempuan yang aktif, pemberani,
penyayang dan lucu. Kamu aktif dalam ekstrakulikuler sekolah. Pramuka adalah
bagian darimu. Sepertinya ‘pramuka’ dan seorang ‘Olga’ itu tak dapat dipisahkan
lantaran dua hal itu saling melengkapi satu sama lain. Kamu begitu mencintai
pramuka. Begitukah? Aku pernah
mendengar selama masih duduk di bangku SMA katanya kamu suka mengajar
anak-anak. Aku tak tau pasti entah itu mengajar mengaji atau mengajar
pelajaran. Menurutku itu salah satu pembuktian bahwa kamu adalah sosok yang
menyukai anak-anak. Selain itu, sering kali kamu membuat celetukan-celetukan
yang lucu. Hingga seisi kelas tertawa dikarenakan candaan spontanmu. Aku masih
mengingatnya..
Dan aku mengenang saat-saat ketika kita bersama-sama dengan gigihnya
berlatih. Berlatih untuk menghadapi lomba membaca puisi. Dua kali kita
mengikuti lomba tersebut dan dua kali juga kita berusaha dengan sekuat tenaga
untuk menang. Di perlombaan pertama kamu membaca puisi Chairil Anwar berjudul ‘Aku’.
Agaknya kamu mendadak merubah puisi yang akan kamu bacakan. Tapi, kentara
sekali keseriusanmu saat berlatih membaca puisi. Tak mudah memang menjiwai
karya orang lain untuk diaplikasikan terhadap mimik, suara dan bahasa tubuh. Sebenarnya
bukan hanya itu, yang paling penting kita harus memahami dan mengibaratkan kita
sendiri yang membuat puisi itu. Namun, kemenangan belum berpihak kepada kita. Tak
apa, walau kecewa aku merasa bahagia karena telah mendapatkan pengalaman yang
berharga. Bukankah kamu juga begitu? Kita mensyukuri atas kesempatan yang
diberikan Tuhan untuk merasakan
pengalaman yang tidak pernah terlupakan.
Kini bisa dibilang komunikasi antara aku dan kamu lenyap
begitu saja. Entah dimana dan entah apa yang kamu kerjakannya sekarang. Tapi,
apapun yang kamu lakukan sekarang semoga bisa mengantarkanmu ke gerbang
kesuksesan. Dalam segala hal kamu selalu berani selayaknya dulu aku melihatmu
dengan sosok seperti itu. Aku Rida Farida, menganggapmu sebagai teman ber jiwa sastra
yang lebih dari sekedar puisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar