#1 Teman Prestasiku

| Sabtu, 19 Januari 2013 | |
Hadiah kecil dariku, untukmu.
#DesiPermatasari

Hai. Aku buat ini dengan senang hati untuk teman terbaikku.
Kira-kira dua tahun enam bulan yang lalu kita dipertemukan Tuhan bukan tanpa tujuan melainkan agar aku dan kamu bisa mengerti apa itu ‘teman’. Saat pengumuman pembagian kelas pada waktu itu jujur saja aku kecewa. Lantaran tidak diberi kesempatan oleh sekolah untuk di satu kelaskan dengan teman-temanku di kelas sebelumnya. Masih dalam keadaan kecewa bulan ke bulan aku masih menaruh rasa tak puas berada di kelas itu.

Dan suatu ketika kita disatukan pada suatu obrolan ringan. Aku ingat sekali apa yang menjadi perbincangan pertama kita. Tak salah lagi, novel. Yang menjadi menarik adalah novel yang kita sukai itu sama, tetralogi Laskah Pelangi. Entah kenapa sejak saat itu aku merasa kita cocok. Dan memang yang menjadi alasan aku bisa betah berada di kelas itu adalah kamu, teman baikku.
 
Setahun kemudian barulah kita duduk dibangku yang sama. Sebelumnya aku berada di bangku agak terbelakang sedangkan kamu duduk dibangku paling depan. Walau begitu setiap istirahat dan pulang sekolah juga di sela pelajaran kosong kita selalu memecahkan waktu dengan senda gurau juga bercerita hal tentang aku dan kamu. Sering sekali kita beradu canda dan tak kalah seringnya kita dalam argumen remeh temeh. Aku sering marah padamu, aku sering membentakmu. Tapi kamu juga sebaliknya. Alhasil, kita sering dalam keadaan ‘selek’. Hahaha.Dengan segala ketomboyanmu yang luar biasa aku tetap percaya kamu masih normal. Namun ada satu hal yang tak pernah aku percaya tentangmu. Kamu pernah pacaran? Aku rasa aku belum sepenuhnya yakin. Hehe :p .

Kamu mahir memainkan angka; menjumlah, mengurang, mengali, membagi sampai membuat tanganmu hafal setiap tulisanmu. Kamu piawai membolak-balikan rumus yang tak pernah kupahami. Aku terkagum-kagum.Sungguh. Sayangnya, bisa dibilang kamu orang yang kurang rapi. Aku selalu marah jikalau bangku kita dipenuhi buku yang pelajarannya sudah lewat. Apalagi aku tak habis  pikir mengapa ujung-ujung buku pelajaranmu selalu terlihat keriting. Apa sekarang kamu masih begitu? Jawab saja dalam hati :)

Dan yang paling berkesan dan tak bisa kulupakan adalah kamu punya cara sendiri untuk menghiburku. Aku selalu berpikir kamu teman baik yang berbeda namun entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Mungkin kamu menganggapku teman biasa-biasa saja atau apalah itu. Tapi itu tidak mengubah anggapanku untuk menjadikanmu  teman terbaikku.
Aku senang kamu bisa mencapai apa yang diinginkan yaitu bisa masuk Pelayaran. Disana semoga kamu baik-baik aja ya.  Semarang akan menjadi saksi bisu perjuanganmu saat ini dan untuk masa depan. Jangan buat aku menyesal telah mengukuhkanmu menjadi Teman Terbaik dengan segala suka cita, senda gurau beserta prestasi terindahmu yang aku banggakan. Disini aku hanya bisa berdoa yang terbaik untukmu.

Mungkin ini akhir dari surat kecilku. Walaupun bahasa tulisanku masih amatiran ingatlah aku, Rida Farida selalu mengingatmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -