#11 Berkawan Untuk Kita
|
Rabu, 23 Januari 2013
|
Seuntai Surat
|
Berkawan Untuk Kita
#DadanRosdiana #MuhammadLutfiNurSafari
#PahmiNurjaman
Hai. Apa kabar kalian? Tak usah heran kenapa aku tiba-tiba
menulis ini untuk kalian. Tapi dengan satu alasan yang pasti. Tak lain, untuk mengenang
masa SMA kita. Mungkin menurut kalian semua ini seperti lelucon. Tak apa,
anggap saja lelucon yang mungkin bisa membuat kalian teringat kebersamaan kita.
Kalian bertiga buatku kawan yang sangat berpengaruh. Kalian selalu
menghibur dengan canda-canda yang tak bisa dilupakan begitu saja. Saling ejek
tapi sangat lucu. Jika ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu mungkin aku
memilih kembali ke masa dimana aku dan kalian bersama. Kalian sering membantuku
walau kadang harus dipaksa terlebih dahulu. Apapun yang terjadi diantara kita
berempat selalu menjadi ejekan, selalu menjadi lelucon untuk saling membalas
satu sama lain.
#Dadan, terlihat lugu tapi nyatanya diam-diam menghayutkan. Dulu
aku kira dia tidak menyukai perempuan. Bukan berarti aku menuduhnya ‘gay’. Mungkin
pembawaan dia yang terlalu adem dan lurus-lurus saja sehingga aku pernah menganggapnya
begitu. Tapi setelah akhirnya tertangkap basah dekat dengan seorang perempuan. Yang
diam-diam ternyata pacaran juga anggapan itu pun terhapus sudah. Tak disangka
Dadan ternyata bisa pacaran. Hahaha.
#Lutfi, dia adalah makhluk dengan sosok tanpa dosa paling
luar biasa di jagat raya ini. Diakui atau tidakpun dia memang begitu. Mungkin bisa
dibilang jika ada perhelatan manusia ter’watados’ sedunia pasti aku akan
merekomendasikan dia untuk mengikutinya. Karena aku yakin dia akan memenangkan
perhelatan itu. Anggap saja itu pujian
dariku. Selain itu, aku merasa bahagia bisa mengenalkannya dengan sahabatku. Ternyata
kalian bisa menjalin hubungan jarak jauh dengan baik. Aku titip sahabatku
padanya. Berharap dia tidak menyakiti sahabatku karena jika dia menyakitinya
sama saja dia menyakitiku. Tapi aku percaya dia tidak akan menyia-nyiakan orang
yang menyayanginya.
#Pahmi, pengakuan terfuntastic yang tak pernah kuduga adalah
ia menyukai sahabatku. Dengan segala perjuangan yang naik-turun dia punya
konsistensi luar biasa. Walau dia mengaku
sudah melupakannya tapi kuyakin di dalam hatinya masih ada ruang untuk dia,
sahabatku. Dulu tak pernah kusangka dia tak pernah pacaran. Tidak seperti
perawakannya ternyata dia laki-laki yang belum mengenal pacaran. Hahaha.
Untuk #Dadan dan #Lutfi, aku ingat kalian pernah membeli
puisiku. Tak habis pikir, kenapa kalian mau-maunya membayar puisi yang kubuat. Walau
hanya dengan harga Rp.2500,- aku sangat menghargainya. Terimakasih telah
menjadi pembeli pertama puisiku.
#Dadan, semoga menjadi guru yang baik. Jangan pelit nilai
ya, Pak Guru?!
#Lutfi, semoga sukses. Aku tak memahami kedepannya dia mau
jadi apa dengan mengambil jurusan perikanan. Apa mau jadi tukang ikan? Artinya,
aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya.
#Pahmi, semoga menjadi perawat yang telaten ya. Harus sabar merawat
pasien-pasiennya.
Untuk #Dadan dan #Pahmi yang tetap mengambil kuliah di
Tasik, aku selalu merindukan canda tawa kita. Apalagi #Lutfi yang tinggal di
Bogor dengan segala tingkahnya yang konyol aku juga merindukan sosok seperti
itu disini. Aku Rida Farida, menjadikan kalian kawan terbaik dalam hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar