#3 Cenderamata Untukmu
|
Minggu, 20 Januari 2013
|
Seuntai Surat
|
Cenderamata dariku untukmu
#TyaPermatasari
Hai. Aku tulis kata demi kata sembari mengingat kenangan kita
di waktu dulu. Kesenangan tersendiri untukku jika mengenang peristiwa-peristiwa
yang kita lalui bersama. Mungkin hanya ini yang bisa aku berikan padamu. Sebuah
tulisan sebagai cenderamata dariku. Maaf aku merepotkanmu dengan menyuruhmu
membaca tulisan amatiran ini. Tapi setidaknya luangkanlah waktu untuk membacanya
beberapa menit saja.
Kira-kira tiga tahun enam bulan yang lalu kita dipertemukan
di kelas yang sama. Tak salah lagi, di kelas X8. Pertama kali aku melihatmu, hmm
maaf yah aku hanya bicara jujur. Memandang air mukamu terkesan jutek. Tapi selain jutek aku rasa kamu perempuan
dengan wajah yang cantik. Walau selama setahun perkenalan kita di kelas itu
tidak menjadikan aku dan kamu sebagai teman dekat yang akrab. Melainkan teman
biasa saja.
Anehnya, setelah kita tak lagi sekelas hubungan aku dan kamu
bermetamorfosis dari teman biasa menjadi
teman yang sangat amat dekat dan akrab. Aku tak pernah menyangka
ternyata kamu orang yang menyenangkan. Kamu membuatku nyaman. Aku bisa menceritakan
segalanya bahkan hal yang termalukan yang aku alami. Awalnya aku canggung jika
bercerita padamu namun lama kelamaan aku menyesal telah merasa canggung apalagi
menganggap kamu perempuan berwajah jutek. Maaf itu dugaan terkejam dan tersalah
yang pernah aku ungkapkan padamu.
Kamu pencinta segala sesuatu bercorak, berbentuk dan apapun yang berhubungan dengan pernak-pernik
sapi. Sampai seluruh aksesoris di kamarmu dipenuhi binatang berbadan subur itu.
Aku tahu kamu mulai menyukainya ketika menonton Gracia Indry di salah satu
infotaiment mengungkap dirinya adalah pecinta pernak-pernik sapi. Nah, dari
situlah kamu juga termotivasi untuk mengoleksi barang-barang yang ada hubungannya
dengan binatang bercorak hitam putih itu.
Yang membuat kita lebih akrab lagi adalah aku dan kamu
pecinta drama korea. Oh My God, obrolan kita selalu heboh jikalau ada
hubungannya dengan artis-artis bermata sipit itu. Sampai-sampai kita saling membagi
jatah untuk membeli DVD drama korea agar nantinya kita saling bertukar satu
sama lainnya. Selain itu, kita pencinta film fiksi yang lahir dari sebuah novel
karya Stepheni Meyer, Twilight Saga. Aku tak pernah merasa bosan jika
terus-menerus menonton film itu begitu juga kamu. Terakhir kita menonton
Breaking Dawn Part I bersama-sama. Sayangnya untuk Breaking Dawn Part II kita
tak bisa menonton di tempat dan waktu yang sama. Kita sekarang dipisahkan
jarak. Sedih rasanya.
Aku ingat ketika aku,kamu dan Sina menonton film Final
Destination 5 padahal kita saat itu
dalam keadaan puasa. Untuk menonton film super ekstrim dengan keadaan kita yang
sedang kurang fit rasanya kita tak memikirkan hal itu sebelumnya. Alhasil, kita
keluar dari bioskop dalam keadaan mual dan lemas tak terkira. Kita menertawakan
kebodohan sendiri. Tapi itu berkesan buatku.
Ingat, ketika kamu bersikukuh ingin kuliah di Keperawatan
sedangkan orangtua menyuruhmu kuliah di jurusan Akuntansi? Kamu dengan segala
perjuangan meyakinkan orangtua untuk mengizinkanmu kuliah di jurusan yang kamu
mau ternyata menghasilkan juga. Selamat ya aku senang sekali ketika akhirnya
orangtuamu bisa mengerti.
Oh ya,kamu juga tak pernah lelah mendengarkan curhatanku. Terimakasih Tya telah menjadi teman baikku selama ini. Aku
berharap walau kita jauh, hubungan pertemanan antara aku dan kamu tetap
terjaga. Salam untuk pernak-pernik sapimu. Aku, Rida Farida senang bisa
mengenalmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar