#18 Tentang Masa Kecil
Tentang Masa Kecil
#NidaSafaHanifah
Hai. Apa kabar? Dalam keadaan baikkah? Mudah-mudahan begitu.
Tak usah heran mengapa aku dengan tiba-tibanya memberi tulisan ini padamu.
Anggap saja ini hanyalah ulasan diantara ribuan cerita lampau kita yang telah di
lewati bersama.
Dua belas tahun merupakan waktu yang amat lama untuk saling
memahami satu sama lain. Wajar saja antara aku dan kamu memiliki berbagai cerita
saat masih kanak-kanak sampai sekarang. Banyak sekali petualangan yang kita
lalui saat itu. Ketika masanya, aku dan kamu memiliki hubungan pertemanan yang
lebih dari biasa. Mungkin bisa disebut sobat. Hal-hal teraneh pun pernah aku
dan kamu lakukan. Aku harap kamu masih mengingat itu selayaknya aku pun begitu.
Walaupun tak dapat disangkal ada saja gambaran masa lalu denganmu yang sedikit
memudar lantaran semakin lama semakin digerus waktu dan memori yang mulai
melamban. Namun, kupastikan segala kenangan itu terjaga dengan apik disini.
Dihatiku.
Saat SD adalah masa dimana kita giat-giatnya membuat
geng-gengan. Rasanya lucu bila diingat lagi. Hanya saja untuk nama geng sampai
anggotanya pun sering berganti bahkan sempat mengalami perpecahan. Dipikir
sekarang untuk apa aku dan kamu melakukan hal itu? Entahlah mungkin saja semua
itu dilakukan sebagai petualangan yang suatu saat bisa dikenang kelak kita
sudah dewasa.
Aku ingat dahulu tampilanmu bukan seperti sekarang. Dengan kepolosan
dan senyum cantik selalu menghiasi wajahmu. Dan yang paling ku rindui darimu
adalah rambut ikal itu. Bukan aku mengejeknya, tapi sungguh kekhasan kamu ada
disitu. Rambutmu. Benar-benar aku merasa sudah lama tidak lagi bercanda gurau
denganmu. Dengan kekonyolan si rambut ikal. Ah, aku terbawa suasana masa itu...
Sekarang kamu tumbuh sangat lebih baik. Kamu lebih anggun dan aku yakin sifat
ramah tamahmu selalu melekat kuat dalam diri. Terlihat dewasa dan berkharisma. Semakin kesini
prestasi di sekolahmu pun makin menjadi. Kamu masuk SMP favorit, SMAnya pun
sama dan kuliah di Universitas Negeri di Bandung. Mengagumkan.
Yang kuingat, dahulu kamu pernah berkeinginan menjadi seorang
tenaga medis. Aku rasa kamu pernah berkata bahwa kamu bercita-cita menjadi
bidan. Tapi kudengar sekarang kamu kuliah di jurusan Bimbingan Konseling.
Mungkin ada waktu dimana aku tak mendengar perkembangan cita-citamu lagi
makanya aku tidak tau-menau bahwasanya kamu memutuskan memilih jurusan
tersebut. Selamat atas keputusanmu itu. Aku selalu berharap kamu mendapat semua
yang kamu ingini.
Sejak SD kita selalu mengisi waktu bersama. Menginjak SMP
dikarenakan aku dan kamu bersekolah di tempat yang berbeda disanalah titik mula
pertemanan kita meregang. Sampai sekarang jarang sekali kita saling
berkomunikasi satu sama lain. Tak ada yang dapat disalahkan, mungkin keadaan
saja yang belum bisa mempersatukan lagi pertemanan kita di masa lampau.
Walaupun begitu aku selalu mengenang masa-masa dimana kita
selalu bersemangat tiap harinya. Sedih dan kecewa rasanya lenyap jikalau kita sedang
bersama. Lupa segala hal kiranya dunia hanya milik aku dan kamu. Lupa makan,
lupa mandi makanya pada masa itu bergaya kucel pun kita tetap pede saja. Tak
apa, namanya juga masa kanak-kanak. Ada saat dimana kita belum memerhatikan
penampilan. Terakhir aku berjumpa denganmu beberapa bulan lalu di tempat yang
tak pernah kuduga sebelumnya. Terpaut beberapa obrolan dan kemudian pergi.
Jujur saja padahal aku masih ingin berbincang denganmu. Aku berharap di waktu
yang entah kapan itu bisa mempertemukan kita agar aku bisa bercerita banyak
padamu.
Hanya ini yang bisa ku sampaikan. Setiap jengkal cerita masa
lalu antara aku dan kamu tidak menghasilkan alasan yang kuat untuk
melupakannya. Menurutku kenangan itu sangatlah layak disimpan dalam hati. Aku
Rida Farida, menjaga cerita itu dengan baik sampai kapanpun. Selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar