#25 Tentang Cerita
|
Selasa, 29 Januari 2013
|
Seuntai Surat
|
Tentang Cerita
#KharismaPurnama
Hai. Apa kabar? Baik-baik sajakah disana? Semoga begitu
adanya. Amin. Aku menulis ini sebagai wujud terimakasihku atas bantuan teteh
selama ini. Menurutku teteh adalah orang pertama yang menginsparasiku menulis. Percaya
atau tidak inilah kenyataannya. Semoga teteh menyukai ini walau pasti banyak sekali
kekurangannya.
Kita memang belum pernah mengobrol secara langsung satu sama
lain. Aku mengenali teteh dari dunia maya. Awalnya aku diberitahu oleh seorang teman
bahwa katanya ada kakak tingkat di sekolah yang menyukai dunia tulis-menulis. Menurut
dia tulisan teteh itu bagus,menarik dan puitis. Aku pun tertarik dan mulai
memerhatikan tulisan teteh dari catatan yang dibuat di jejaring sosial. Ternyata
benar, tulisan teteh memang bagus. Kemudian, setelah lama waktu berjalan
akhirnya teteh mengenaliku. Dan tidak berkenalan secara langsung melainkan
masih menggunakankan media internet.
Walau begitu kedekatan kita hanya sampai dunia maya saja. Terakhir
aku bertemu dengan teteh, ketika diadakan sosialisasi kampus di kelasku. Waktu itu,
aku ingin sekali menyapa teteh namun keberanianku kalah dengan rasa takut
jikalau teteh tidak mengenaliku. Lantaran kita hanya berkomunikasi lewat
jejaring sosial saja. Tanpa diduga teteh menyapaku terlebih dahulu. Kemudian untuk
pertama kalinya kita berbincang langsung tanpa media elektronik apapun.
Beberapa minggu yang lalu aku meminta bantuan teteh untuk
menganalisis puisiku. Tak dapat disangkal, awalnya aku merasa canggung meminta
pertolongan teteh namun dengan keberanian yang kuat aku pun bisa melakukannya. Dan
sekarang puisi itu sudah diikut sertakan dalam lomba. Jujur saja aku belum terlalu
percaya diri mengikuti lomba seperti itu. Setelah lama aku berpikir sampai
kapan aku terus menunda. Kemudian kuputuskan untuk memulai semuanya merampungkan
serta mengukuhkan rasa percaya diriku.
Aku ingat nasehat teteh padaku. Adaptasi itu tidak mudah. Waktu
selalu ikut campur dalam pengadaptasian diri. Teteh meyakinkan bahwa nantinya aku
pun bisa memahami lingkungan. Dengan waktu pula aku bisa menyamankan diri dan
mengerti terhadap keadaan sekitar yang tak sama dengan lingkungan sebelumnya. Terimakasih
teteh sudah mendengarkan keluhanku. Akhirnya, aku mengerti setiap perubahan
baik itu dari luar maupun dalam diri seseorang itu selalu membutuhkan campur
tangan waktu untuk bisa membiasakannya.
Hanya ini yang bisa kusampaikan. Maaf jika di dalam tulisan
ini banyak sekali kata dan kalimat yang belum sempurna. Segala pengharapan
terbaik semoga selalu menaungi setiap kehidupan teteh. Aku menganggap teteh
adalah kakak perempuanku sendiri. Suatu hari nanti entah kapan itu kita bisa
bertemu dan berbincang bersama lagi. Aku Rida Farida, selalu mengagumi setiap
tulisanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar