#13 Kawan Istimewa
Kawan Istimewa
#EvindaRossaSuryanaLugina
Hai. Bagaimana kabarmu? Mudah-mudahan dalam keadaan baik. Kamu
adalah kawan teristimewa yang pernah kupunya. Ini bukan pertanyaan melainkan
pernyataan yang jelas kepadamu. Anggaplah tulisan ini sebagai apa-apa kenangan
kita yang telah dilewati bersama antara aku dan kamu.
Sekitar tiga tahun yang lalu aku mengenalmu. Awalnya kita
tak saling bertegur sapa dengan baik. Entah setelah berapa bulan akhirnya aku
dan kamu menjadi teman dekat. Mungkin dikarenakan tempat duduk kita
bersebelahan menimbulkan keakraban yang lebih besar. Aku tau kamu adalah anak
tunggal. Makanya kamu bertingkah agak manja. Tapi kamu orang yang rajin dan
berprinsip. Kamu sangat dekat dengan ibumu. Bahkan segala yang menjadi
kebutuhan serta keinginan, ibumu yang tangani.
Kisah kita yang paling menarik adalah ketika aku, kamu dan
beberapa teman lain melakukan taruhan. Dalam taruhan itu,dengan waktu sebulan
kita harus mendapat pacar baru. Syaratnya laki-laki yang akan dijadikan pacar
itu bukan orang yang dikenal. Maksudnya, mengharuskan kita mencari pacar yang
bukan dikarenakan dekat sebelumnya atau mantan sekalipun. Dan siapa yang
terlambat bahkan tidak mendapat pacar harus mendapat hukuman. Pada saat itu
diantara kita belum ada yang bisa menentukan hukuman macam apa, yang jelas pada
hari itu, di bulan puasa kita harus segera mencari pacar. Bisa dibilang hal itu
benar-benar lucu. Taruhan terkonyol. Kita menyebut calon pacar kita yang belum
jelas juntrungannya itu dengan nama-nama aneh. Kamu menyebutnya ‘Pangeran
kodok’ , aku menyebutnya ‘Pangeran Berkuda Putih’ sedangkan Lina menyebutnya
‘Kakang Prabu’. Sedangkan sisanya, Amel dan Dea menjadi juri lantara mereka
sudah memiliki pacar. Sangat lucu kan? Aku mengisahkan taruhan ini sembari
tertawa mengingat kebodohan kita. Hahaha. Setelah sebulan berlalu dengan kerja
keras kita bersama aku dan kamu akhirnya mendapat pacar. Kamu berpacaran dengan
seseorang yang tak pernah kamu tau wajah aslinya. Dikarenakan taruhan itu
terpaksa kamu menerimanya. Aku berpacaran dengan seseorang yang hanya bertahan
dengan hitungan hari. Sedangkan Lina tidak mendapatkan siapapun. Nihil. Namun
entah mengapa akhirnya Lina tidak dihukum. Semua menganggap taruhan itu hanya
permainan dan terlupakan begitu saja. Demi Tuhan, aku selalu mengingat kejadian
itu apalagi di saat kita bertiga benar-benar kewalahan mencari laki-laki yang
cocok untuk dijadikan pacar. Sungguh hiburan yang melelahkan sekaligus
menyenangkan.
Kenangan itu terasa manis. Kamu berada dibagian yang mungkin
menurutku lucu. Sifat pemilih yang berlebihan namun terpaksa mengalah
dikarenakan taruhan itu. Mungkin terlalu banyak hal kita lewati bersama. Namun
hanya ini yang bisa kusampaikan. Semoga dengan tulisan ini kita tidak saling
melupakan satu sama lain. Walau kita jarang lagi bertemu haruslah hubungan
pertemanan antara aku dan kamu dipelihara dengan baik.Sealu aku menggapmu teman
istimewa. Aku Rida Farida, selalu
berharap pertemanan ini awet sampai tua nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar