#13 Kawan Istimewa

| Rabu, 23 Januari 2013 | , |
Kawan Istimewa

#EvindaRossaSuryanaLugina

Hai. Bagaimana kabarmu? Mudah-mudahan dalam keadaan baik. Kamu adalah kawan teristimewa yang pernah kupunya. Ini bukan pertanyaan melainkan pernyataan yang jelas kepadamu. Anggaplah tulisan ini sebagai apa-apa kenangan kita yang telah dilewati bersama antara aku dan kamu.

Sekitar tiga tahun yang lalu aku mengenalmu. Awalnya kita tak saling bertegur sapa dengan baik. Entah setelah berapa bulan akhirnya aku dan kamu menjadi teman dekat. Mungkin dikarenakan tempat duduk kita bersebelahan menimbulkan keakraban yang lebih besar. Aku tau kamu adalah anak tunggal. Makanya kamu bertingkah agak manja. Tapi kamu orang yang rajin dan berprinsip. Kamu sangat dekat dengan ibumu. Bahkan segala yang menjadi kebutuhan serta keinginan, ibumu yang tangani.

Kisah kita yang paling menarik adalah ketika aku, kamu dan beberapa teman lain melakukan taruhan. Dalam taruhan itu,dengan waktu sebulan kita harus mendapat pacar baru. Syaratnya laki-laki yang akan dijadikan pacar itu bukan orang yang dikenal. Maksudnya, mengharuskan kita mencari pacar yang bukan dikarenakan dekat sebelumnya atau mantan sekalipun. Dan siapa yang terlambat bahkan tidak mendapat pacar harus mendapat hukuman. Pada saat itu diantara kita belum ada yang bisa menentukan hukuman macam apa, yang jelas pada hari itu, di bulan puasa kita harus segera mencari pacar. Bisa dibilang hal itu benar-benar lucu. Taruhan terkonyol. Kita menyebut calon pacar kita yang belum jelas juntrungannya itu dengan nama-nama aneh. Kamu menyebutnya ‘Pangeran kodok’ , aku menyebutnya ‘Pangeran Berkuda Putih’ sedangkan Lina menyebutnya ‘Kakang Prabu’. Sedangkan sisanya, Amel dan Dea menjadi juri lantara mereka sudah memiliki pacar. Sangat lucu kan? Aku mengisahkan taruhan ini sembari tertawa mengingat kebodohan kita. Hahaha. Setelah sebulan berlalu dengan kerja keras kita bersama aku dan kamu akhirnya mendapat pacar. Kamu berpacaran dengan seseorang yang tak pernah kamu tau wajah aslinya. Dikarenakan taruhan itu terpaksa kamu menerimanya. Aku berpacaran dengan seseorang yang hanya bertahan dengan hitungan hari. Sedangkan Lina tidak mendapatkan siapapun. Nihil. Namun entah mengapa akhirnya Lina tidak dihukum. Semua menganggap taruhan itu hanya permainan dan terlupakan begitu saja. Demi Tuhan, aku selalu mengingat kejadian itu apalagi di saat kita bertiga benar-benar kewalahan mencari laki-laki yang cocok untuk dijadikan pacar. Sungguh hiburan yang melelahkan sekaligus menyenangkan.

Kenangan itu terasa manis. Kamu berada dibagian yang mungkin menurutku lucu. Sifat pemilih yang berlebihan namun terpaksa mengalah dikarenakan taruhan itu. Mungkin terlalu banyak hal kita lewati bersama. Namun hanya ini yang bisa kusampaikan. Semoga dengan tulisan ini kita tidak saling melupakan satu sama lain. Walau kita jarang lagi bertemu haruslah hubungan pertemanan antara aku dan kamu dipelihara dengan baik.Sealu aku menggapmu teman istimewa.  Aku Rida Farida, selalu berharap pertemanan ini awet sampai tua nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -