#14 Cerita Terbaik
Cerita Terbaik
#ShenaRamadhan
Hai. Apa kabar? Semoga kamu selalu baik seperti biasanya. Aku
menulis ini dengan maksud ingin bernostalgia bersama mengingat
kejadian-kejadian dahulu yang pernah kita lalui.
Tiga tahun kita berada di kelas yang sama. Selama itu banyak
sekali kejadian menarik yang telah terlewati. Aku mengenalmu dengan segala tingkah
lakumu yang konyol. Walaupun begitu kamu orang yang berbesar hati dan cukup
baik.
Di kelas, kebiasaanmu yang tak pernah kulupakan adalah
selalu menyanyi dengan nada dan lirik yang aneh. Sebagaimanapun orang
menertawakan sampai memarahi nyanyian yang tidak jelas itu tetap saja kamu
bersikukuh menyanyikannya.
Pernah ketika kita masih duduk di kelas 2 SMA, saat itu
banyak sekali anak-anak kelas yang bermain sepak bola di dalam ruangan. Mereka
tak memperhatikan setiap suara yang timbul dari pantulan dinding tembok
disebabkan tendangan bola mereka itu. Selain itu, mereka tak mengindahkan
setiap resiko yang bisa terjadi jikalau bola itu mengenai jendela kelas. Namun ketika
itu ada satu teman perempuan di kelas kita yang bermain bola juga. Kamu
bersumpah jika dia memecahkan kaca jendela kelas, kamu akan berjoged di hadapan
semua anak-anak kelas sebanyak 10 kali. Sialnya ,sumpahmu terdengar oleh
sebagian besar orang-orang disana. Tak bisa diduga, insiden itu benar-benar
terjadi. Dia memecahkan jendela kelas. Awalnya kamu tidak mau menepati sumpah
itu namun karena banyak yang menakut-nakuti bahwasanya konon jika kamu tidak
menepati sumpah itu ada banyak kesialan yang segera terjadi. Dengan terpaksa
akhirnya kamu melakukannya juga. Di tonton semua anak-anak kelas kamu pun
berjoged ria. Banyak yang tertawa melihat aksimu yang konyol itu. Mukamu yang
merah padam karena malu harus ditahan sekuat tenaga. Sayangnya, kamu melarang
teman-teman yang ingin mengabadikan insiden itu. Ah, sayang sekali padahal itu
adalah kenangan terkocak sepanjang masa.
Kita punya perjalanan yang sulit bersama saat menghadapi
SNMPTN. Beberapa Universitas Negeri telah kita coba. Aku dan kamu
sepenanggungan. Sayangnya, hasilnya nihil. Akhirnya kita memutuskan daftar di
Universitas Swasta di Bandung. Awalnya aku dan kamu tidak memilih Universitas
yang sama. Dikarenakan kamu bersikukuh masuk ilmu komunikasi makanya kamu
memilih Universitas lain yang berbeda denganku. Ternyata Tuhan berkehendak lain
kamu tidak lulus tes waktu itu. Setelahnya, kamu mencoba mendaftar di
Universitas yang sama denganku dan masih tetap memilih ilmu komunikasi dan
hubungan internasional. Yaah, bukan rezekinya mungkin. Kamu malah diterima di
Hubungan Internasional. Mungkin awalnya kamu akan menolak jurusan itu tapi
dengan suatu alasan ditetapkanlah bahwa kamu bersedia menjadi mahasiswa baru di
Universitas Swasta di Bandung yang sama denganku dan menerima jurusan tersebut.
Lantaran kampus kita berbeda. Kamu di Lengkong sedangkan aku di Tamansari
membuat kita jarang bertemu. Sekali dua kali pernah janjian di suatu tempat.
Rasanya aku rindu dengan segala kekonyolanmu itu.
Hanya ini yang bisa kuceritakan padamu. Nyatanya, banyak
sekali kisah diantara kita yang sangat berkesan. Kamu teman baikku. Entah
bagaimana atau mungkinkah kamu menganggapku begitu juga? Tak jadi masalah.
Selama kita masih bisa berkomunikasi dengan baik pasti pertemanan kita juga
akan berjalan dengan baik pula. Semua pengharapan yang sangat besar bahwa kamu
akan menjadi orang sukses dikemudian hari akan terwujud. Aku Rida Farida,
selalu menganggap cerita bersamamu adalah bagian dari cerita terbaik yang
pernah ku alami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar