Selamat Tinggal
20 Desember 2025
Aku datang lagi ke tempat itu. Tempat pertama kali kita bertemu. Tidak bisa dipungkiri dalam hati paling dalam pun aku berharap kamu juga kembali kesana. Entah, itu kemungkinannya kamu masih mengenaliku atau bahkan sebaliknya: apakah aku bisa mengenalimu?
Bahkan saat ini di coffe shop itu punya banyak menu baru. Aku harap setidaknya ada satu menu yang bisa kujadikan favorit agar aku bisa datang dengan alasan lain. Ya, selain hanya mengenang tempat duduk dekat jendela besar itu. Tempat dimana kita pertama kali bertemu. Tapi tidak ada, tidak dengan menunya dan tidak dengan keberadaanmu.
Aku tetap datang walau aku tidak suka ice chocolatenya, jelas tidak suka ramennya. Aku tetap datang untuk melihat tempat duduk itu walau untuk sedetik saja. Hatiku rasanya mengering, dan ada sakit yang tak hilang.
Dan aku sudah bertekad. Ini adalah kunjungan terakhirku. Aku tidak akan datang lagi. Ini adalah Desember terakhirku untuk mengenangmu dengan cara seperti ini.
Saatnya ucapkan selamat tinggal untuk egoku yang tak ada tandinganya ~~~~
Selamat tinggal, di kehidupan lain. Mungkin aku bisa lebih beruntung.