I Want To Disappear
2025 adalah tahun paling kesepian yang pernah kulalui. Di pengunjung tahun 2025, bulan Desember yang terasa begitu basah, sayu dan muram. Tidak ada masa depan yang bisa kuintip, karena semua terlihat begitu mengabur. Setiap hari aku berupaya membalut diri dalam pekerjaan dan rasa lelah. Sepi diantara hidup manusia-manusia lain yang ramai. Tidak tersisa, bahkan tidak ada bagian yang membuatku yakin akan apa itu kehidupan yang membaik. Semua terasa datar, tidak bercahaya, hambar, lurus, abu-abu, suram, kosong dan tidak ada makna.
Saat ini, aku ingin sekali menghilang. Hilang dari situasi yang membuatku tidak bersemangat. Hilang dari sini, meninggalkan siapa aku sekarang. Berganti menjadi orang lain, yang tidak dikenal oleh siapapun. Aku ingin mengenyahkan pikiran gelisah yang tentu tidak beralasan. Di dalam otakku begitu berisik dan bising tapi aku tidak dimampukan untuk bicara apa yang terjadi. Orang-orang pun sibuk dengan urusannya sendiri. Tidak ada yang benar-benar peduli dengan bagaimana aku menyelaraskan kesempatan tetap hidup dengan keengganan diri untuk terus terlihat seolah baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar