#28 Antara Puisi
|
Rabu, 30 Januari 2013
|
Seuntai Surat
|
Antara Puisi
#HaniNurAnisa
Hai. Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik. Aku menulis
ini anggaplah simbol kenangan antara kita. Apa yang kutulis ini semoga
menjadikan pengikat tali pertemanan aku dan kamu selama ini.
Aku mengenalmu dengan cukup baik. Tak dapat disangkal
pertemanan kita tak terlalu dekat namun sedikitnya aku memahami karaktermu. Maaf
jika aku lancang menilai dirimu begitu saja. Karena disini aku akan memaparkan
pendapatku tentang sosok sepertimu.
Kamu baik, ramah dan murah senyum. Nyaman jika mengobrol
denganmu. Yang aku tau kamu aktif di ekstrakulikuler. Silat dan pramuka. Hebat nian
kamu bisa menguasai ekskul tersebut tanpa mengorbankan salah satunya. Prestasi di
dalamnya pun kamu pernah raih. Wajar saja karena aku melihatmu sebagai orang
yang gigih dan tekun.
Yang paling dominan menyatukan kita adalah puisi. Kita sama-sama
menyukai bait yang penuh konotasi, diksi, majas dan rima yang dikemas dalam sebuah sajak berbentuk
puisi. Suatu hari aku, kamu beberapa teman lainnya mengikuti sebuah lomba
membaca puisi. Jujur saja untuk membaca puisi merupakan hal baru yang pernah
kulakukan pada masa itu. Tapi menurutku tak ada salahnya jika mencoba. Kita selalu
berlatih bersama dan hanya mengandalkan komentar guru Bahasa Indonesia. Dan memang
untuk puisi seharusnya ada mentor yang khusus pendalaman puisi. Namun saat itu
kita tak pantang menyerah. Terus saja berlatih tanpa lelah. Kekhasan kamu dalam
membaca puisi sangat berkesan buatku. Itu bagus. Pernah kita memberanikan diri
membaca puisi di kelas ditonton puluhan teman lain. Banyak sekali yang
menertawakan bahkan tak memperdulikan perasaan kita masing-masing. Dengan rasa
percaya diri, kita tetap bersemangat. Walau kita pulang tak membawa piala
kemenangan namun menurutku kita telah menang menerobos tertawaan dan menerjang
putus asa yang kian mendera. Kenangan itu sangatlah manis. Pengalaman yang
mahal dan terimkasih telah memperkenalkanku kepada penjiwaan puisi yang lebih
dalam lagi.
Ini yang bisa kusampaikan. Semoga kamu masih mengingat dan
akan terus mengenang peristiwa-peristiwa itu. Aku selalu bersyukur jikalau
telah dipertemukan dengan teman sepertimu. Aku Rida Farida, mengenalmu diantara
puisi-puisi indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar