#20 Potret Kisah Kita
Potret Kisah Kita
#LindaYuliaR
Hai. Bagaimana kabarmu? Aku disini dalam keadaan baik semoga
kamu pun sama adanya. Aku menulis semua ini dengan semangatnya. Karena apa?
Lantaran tulisan ini akan mengulas kisah antara aku dan kamu. Mudah-mudahan kamu
bisa menerima semuanya dengan baik karena kubuat tulisan ini dengan niat yang baik pula.
Sebenarnya sudah sangat lama kita saling dipertemukan. Namun
tak lantas menciptakan hubungan pertemanan yang baik. Setelah kita dipersatukan
dalam satu sekolah kemudian satu kelas yang sama ketika SMP barulah membuat
hubungan pertemanan itu semakin lebih baik bahkan sangat akrab. Aku mengenali
sosokmu dengan cukup dekat. Kamu sosok yang ceria, selalu tersenyum, polos,
cerewet dan agaknya manja. Aku juga merasa beruntung bisa sempat memahami teman
sepertimu karena kamu orang yang sangat pengertian. Kamu selalu berusaha peduli
dan ramah pada lingkungan.
Ada kebiasaan aneh yang selalu kamu perbuat saat SMP.
Masihkah kamu mengingatnya? Aku tak akan mengumbarnya disini. Anggap saja kita
sama-sama tau. Aku pernah beberapa kali mengantarmu ke rumah yang tak jauh dari
sekolah di pertengahan jam pelajaran untuk melampias kebiasaan itu. Aku tak tau
apakah mungkin sekarang kamu masih melakukannya?
Aku juga ingat saat kamu mengaku menyukai seorang laki-laki
di kelas kita. Kamu selalu terlihat malu dan rasanya terlihat centil jika dia
menggodamu. Itu masa lalu, aku selalu tersenyum jika kembali membuka kenangan
tersebut. Rindu sekali padamu. Terakhir aku bertemu denganmu mungkin satu tahun
yang lalu di rumahku. Aku melihat perubahan yang signifikan ketika itu. Cara
bicara dan penampilan yang lebih dewasa. Berbeda saat SMP, kini kamu lebih teratur dalam segala hal. Ternyata waktu bisa merubah seseorang sampai
sesempurna itu ya?
Mungkin ini adalah ulasan paling singkat dari kisah
pertemanan kita. Sisa ceritanya bisa kita simpan dan jaga dalam pikiran tentu
juga dalam hati masing-masing. Pengharapan terbaik untuk sosok teman sepertimu.
Aku Rida Farida, selalu mengenang setiap potret kisah kita bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar