Gadis Berkaki Mungil Penjual Koran
|
Kamis, 10 Januari 2013
|
Puisi
|
Aku berdiri memerhatikan si kaki mungil itu berlarian ceria menembus terik mentari
Di antara lampu lalu lintas ia menunggu tak sabar diatas trotoar
Hingga ditiga warna yang berubah ia senang jikalau lampu merah menyala
Si kaki mungil itu pun beraksi menggebu-gebu
Membelah jalan dengan senyum indah tanpa lelah
Dengan pakaian lusuh melekat di badannya ia tak bergeming
Walau sinar matahari menghujam kulit hingga keringat menyembul semangat tanpa henti
Ia tak lelah bersama kelompok kecilnya menawarkan tumpukan kertas ditangannya
Sigapnya dengan penuh harap menyodorkan koran kepada para pengendara
Hatinya senang tiada tara jika korannya ditukar dengan lembaran rupiah
Setiap hari ia telusuri waktu seperti itu
Tiada buku pelajaran,tiada mainan yang ada hanya menjual koran
Aku terpaku memerhatikan cinta kasih lalu lintas pada dirinya
Polusi berputar hebat memainkan rambutnya
Asap hitam menyembul dari knalpot si tuannya lalu bergabung liar bersama terik matahari
Walau letih ia tak terlihat sedih
Ia terlalu polos mendefinisikan hidup ke dalam doanya
Harapan berterbangan dengan ajaibnya
Gadis kecil berkaki mungil si penjual koran yang berlumuran perjuangan
Ini untukmu, kutuliskan kata kata memuji tingkah manis diantara drama kehidupan
Di antara lampu lalu lintas ia menunggu tak sabar diatas trotoar
Hingga ditiga warna yang berubah ia senang jikalau lampu merah menyala
Si kaki mungil itu pun beraksi menggebu-gebu
Membelah jalan dengan senyum indah tanpa lelah
Dengan pakaian lusuh melekat di badannya ia tak bergeming
Walau sinar matahari menghujam kulit hingga keringat menyembul semangat tanpa henti
Ia tak lelah bersama kelompok kecilnya menawarkan tumpukan kertas ditangannya
Sigapnya dengan penuh harap menyodorkan koran kepada para pengendara
Hatinya senang tiada tara jika korannya ditukar dengan lembaran rupiah
Setiap hari ia telusuri waktu seperti itu
Tiada buku pelajaran,tiada mainan yang ada hanya menjual koran
Aku terpaku memerhatikan cinta kasih lalu lintas pada dirinya
Polusi berputar hebat memainkan rambutnya
Asap hitam menyembul dari knalpot si tuannya lalu bergabung liar bersama terik matahari
Walau letih ia tak terlihat sedih
Ia terlalu polos mendefinisikan hidup ke dalam doanya
Harapan berterbangan dengan ajaibnya
Gadis kecil berkaki mungil si penjual koran yang berlumuran perjuangan
Ini untukmu, kutuliskan kata kata memuji tingkah manis diantara drama kehidupan
9 januari 2013
9:26 am
9:26 am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar