#16 Cerita Nyata Kita
Cerita Nyata Kita
#SitiSolehah
Hai. Apa kabar teman lama? Rindu sekali padamu. Kapan kali
terakhir kita berjumpa? Saking lamanya waktu tak lagi mempertemukan kita. Aku harap
entah itu kapan aku dan kamu bisa berjumpa kembali seperti dahulu kita sering
membuat janji menonton bersama.
Enam tahun lalu kiranya aku dan kamu bertemu di satu sekolah
yang sama. Satu SMP, satu kelas dan satu asrama. Pengalaman terbaik yang tak
pernah terbayangkan. Dalam satu kondisi yang sama waktu itu kita saling
membantu satu sama lain. Kamu orang yang jujur, sangat jujur. Selain itu, perfeksionis
serta pandai.
Kamu yang sekarang berbeda dengan kamu yang dulu. Kamu
dahulu adalah sosok yang tomboy dan cuek. Ternyata, waktu bisa merubahmu menjadi
perempuan yang lebih feminim. Awalnya aku tak percaya dengan perubahan yang
kamu lakukan. Dan menurutku perubahan itu baik untukmu. Aku menyukainya.
Kamu adalah seorang karateka yang handal. Dengan segala
prestasi yang kamu dapat selama ini aku patut berbangga bisa mengenal sosok
seperti dirimu. Walau saat SMA kita tak dalam naungan sekolah yang sama namun
aku dan kamu dipertemukan dalam ekstrakulikuler yang ternyata dilatih oleh
orang yang sama. Sehingga kita sering latihan bersama atau lebih di kenal
dengan latgab (latihan gabungan) antara sekolahmu dan sekolahku. Sering aku
melihat aksimu saat bertanding karate sungguh mengagumkan. Energi dan
semangatmu begitu besar pantas saja kamu bisa mencapai prestasi segemilang itu.
Bisa dekat denganmu adalah hadiah dari Tuhan yang paling
berharga. Lantaran mengenalmu dengan segala sifat yang menurutku baik tak elak
membuatku selalu mengenangmu. Aku minta maaf jikalau selama ini pernah
membuatmu sakit hati baik disengaja ataupun tidak. Namun sesungguhnya dalam
hati tak pernah aku berniat buruk padamu.
Sebenarnya banyak sekali yang inginku sampaikan padamu. Hanya
saja tak bisa leluasa aku menyampainya disini. Semoga saja dengan tulisan yang
kubuat bisa menjaga pertemanan kita selama ini. Aku selalu mendoakan yang
terbaik untukmu. Aku Rida Farida, selalu mengingat cerita antara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar