#Pemimpi Meyakini
|
Kamis, 21 Februari 2013
|
Cerita Hati
|
Kebenaran, keberuntungan, takdir, jawaban, hasil, dan
kenyataan.
Semuanya ingin kutemukan. Arah yang membawaku menujunya. Setiap niat,
harapan, dan keinginan yang terpatri di dalam jiwa mencoba kuuraikan senyatanya
di kehidupan. Aku ingin mendapatkan mereka dengan peluh serta kerja kerasku
sematinya. Hingga nanti diakhirnya aku bisa menyuguhkan bukti yang berwujud
kepada mereka yang aku cintai, keluargaku.
Mimpiku indah. Mimpiku belum terjadi. Aku bukan orang yang
hanya hidup dalam mimpi tapi aku adalah pemimpi yang bisa mewujudkannya. Bukan sekedar
membuat deretan daftar cita-cita tanpa berusaha seoptimalnya. Bukan aku yang
putus asa kemudian terjebak dalam keterpurukan serta kekecewaan. Bukan aku yang
berterimakasih pada kegagalan sesaat lalu tidak mencoba lagi, lagi, dan lagi. Bukan,
ya aku meyakininya.
Mimpiku tak banyak. Sedikit tapi menjanjikan. Keringat,
kebingungan, kejatuhan, lelah dan bosan terkadang datang menghampiriku yang
sedang lengah. Selalu kutanamkan rasa percaya diri setinggi-tingginya yang
kadang kala sering membuatku tak berdaya juga jika rasa percaya diri itu hilang
sepersekian waktu. Tanpa percaya diri mungkin aku bisa mati.
Yakin, meyakini, diyakini adalah titik temu antara aku dan
mimpi. Menyusuri jalanan nasib yang berlalu kemudian takdir menungguku dengan
kakunya. Menyemangati diri, itulah yang kupunya. Mereka yang belum mengetahui
adalah sekelompok orang yang nantinya akan kuat mendukungku. Entah siapapun ’mereka’
itu aku selalu menjadikannya doa di setiap sujud. Menjadi diri sendiri
seapa-adanya tanpa harus bertopeng atau menjadi parasit akan membantuku menemukan
segalanya. Ya perjuangan, ya kesempatan, ya peluangan. Mimpi hanyalah awal dan
kenyataan segera membuktikan. Pemimpi yang bekerja keras tidak akan jatuh pada dunia
mimpinya sendiri yang kelam dan majemuk bahkan aku yang akan menghidupkan mimpi itu. Aku yakin, aku pasti bisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar