#47 Sahabat Terindu

| Selasa, 12 Februari 2013 | |
#NidaChoerunnisa

Hai. Apa kabar kamu? Baik-baikah disana? Kutulis surat ini untukmu,  sahabat yang sangat kurindukan. Kata demi kata kususun sebaik mungkin sebagai tanda persahabatan kita yang dulu pernah terjalin begitu indah. Semoga kamu menyukainya.

Sampai aku ke memori masa itu. Ingatan dimana pertama kali kita bertemu.  Waktu itu kamu datang ke sekolahku dengan mengatasnamakan “murid baru”. Tepatnya kelas 4 Sekolah Dasar. Ada hal yang menarik darimu saat pertama masuk sekolah. Ini tentang gayamu; bukan seragam, bukan rambut, bukan pula tasmu melainkan sepatu yang kamu pakai. Peraturan di sekolahku adalah tidak boleh memakai sepatu berwarna kecuali hitam itu pun harus berbentuk  kets. Nyatanya kamu memang memakai sepatu hitam namun yang menjadi perhatian adalah model sepatu yang berjenggel tinggi dengan bahan mengkilap. Rasanya itu menjadi hal menarik di sekolah karena tidak ada yang berani memakai sepatu sepertimu makanya kamu langsung di kenal banyak orang. Aku mengingat kejadian itu dengan baik. Bagaimana denganmu?

Banyak sekali kenangan yang kita lalui bersama. Sejak awal perkenalan aku dan kamu langsung diakrabkan begitu saja. Aku sering berkunjung ke rumahmu dan bertemu keluarga besarmu. Mereka baik dan sangat ramah. Ibumu yang sangat asyik, ayahmu yang begitu pengertian, kakak lelakimu yang  jailnya tiada dua dan adikmu yang lucu. Salam buat keluargamu. Ah, aku mengenal mereka  dengan cukup baik. Saking seringnya aku berkunjung ke rumahmu sampai-sampai kita terbentuk seperti soulmate yang tak dapat dipisahkan. Segala hal dilakukan bersama; belajar, bermain, berpetualang, dan aku pikir memang kita melakukan segala sesuatu dengan berbarengan. Apapun. Ya semuanya.

Aku ingat dimana kita sedang asyik-asyiknya membuat geng-gengan. Bisa dibilang anggota dan nama gengnya sering berganti begitu saja. Malah sampai kita bertengkar dengan kelompok lain hanya karena kecentilan-kecentilan kita di masa anak-anak itu. Tahun demi tahun berlalu dan persahabatan kita tetap terjaga. Hingga sampai pada batasnya ketika aku dan kamu mulai menginjak masa fubertas pertama, SMP. Aku yang harus sekolah di luar kabupaten dan kamu pun harus pindah ke kota Bandung membuat  segalanya berbeda. Kita mulai berjarak dan dipisahkan ruang serta waktu.  Awalnya kita memang sering memberi kabar satu sama lain melalui handphone namun setelah lama hingga sekarang kamu menghilang tak tau rimbanya. Aku sangat merindukanmu. Bagaimana dirimu sekarang? Aku selalu berharap kita bisa bertemu lagi. Jujur saja aku bingung ingin mengirimkan surat ini padamu dengan cara apa. Namun yang jelas aku akan menulisnya dengan menumpahkan rasa rinduku padamu yang teramat besar.

Surat yang kubuat ini memang tak bisa membayar kerinduanku pada sahabat masa kecilku, kamu. Namun dimanapun kamu berada sekarang aku selalu berharap kamu selalu dalam keadaan yang terbaik. Semoga di kemudian hari aku dan kamu bisa berjumpa lagi. Benar-benar aku merindukan sosok ceria dan periangmu. Tidak ada dan belum ada yang mampu menggantikan pribadi dirimu di hatiku. Kamu yang terbaik. Aku Rida Farida, merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -