#43 Teman Masa Kecil
|
Rabu, 06 Februari 2013
|
Seuntai Surat
|
#HilmaHalimatuSadiah
Hai. Bagaimana kabarmu? Seperti beberapa hari yang lalu
semoga kamu selalu dalam keadaan terbaik. Tulisan ini kubuat khusus untukmu
sebagai tanda bahwa kamu adalah teman di masa kecilku yang tak pernah aku
lupakan. Sembari menulis ini aku kembali menguak ingatan yang terjadi antara
kita. Dan inilah sedikit cerita yang kubuat semoga kamu menyukainya.
Sekolah Dasar Negeri 8 Singaparna adalah teman dimana aku
dan kamu dipertemukan Tuhan untuk saling mengenal satu sama lain. Entah sejak
kapan aku tidak bisa memastikan secara spesifik dimulainya namun kuyakin dimasa
itulah kita mulai belajar menanam rasa menghargai, menghormati dan memahami
toleransi terhadap teman. Dan kita melakukannya bersama. Kamu baik, ceria,
bersemangat dan tak pernah putus asa. Selalu berusaha yang terbaik di setiap
pelajaran yang disuguhkan para guru. Kamu termasuk murid pintar di sekolah. Menurutku
kamu teman yang hebat. Sampai kini pun aku tetap menganggapmu begitu.
Aku ingat dulu kamu selalu tersulut amarahnya jika ada teman
lain yang menyinggung apalagi mengejek postur subur tubuhmu. Topik itu sering dijadikan bahan
candaan oleh mereka yang hanya ingin melihatmu marah. Di sewaktu-waktu pernah
kamu sampai bertengkar hebat dengan mereka yang tanpa lelah dan henti-hentinya
mengejekmu. Ingatkah kejadian itu? Menurutku kamu cantik apa adanya. Tak semuanya
yang berbadan kurus memiliki inner beauty ,tapi kamu? kamu memilikinya dan itu
menakjubkan. Tak begitu ingat kapan kali
terakhir kita saling berjumpa. Aku tidak bisa memastikan bagaimana dirimu
sekarang. Namun mau bagaimana pun kamu aku tetap yakin kamu memiliki kecantikan
yang luar biasa di dalam hatimu. Tersenyumlah! Aku mengenalmu dengan sosok
seperti itu selalu tersenyum dan riang.
Beberapa hari yang lalu kita sempat chatting di salah satu
jejaring sosial. Katanya kamu kuliah di bilangan Cibiru kota Bandung dengan
mengambil jurusan manajemen syari’ah. Ternyata jika disadari kita telah
mengalami lost contact selama bertahun-tahun dan kini tak terasa kita sudah
saling mengenal dunia perkuliahan. Selama ini aku tidak mengetahui
perkembanganmu, tau-tau kita dipertemukan saat menjelang dewasa. Menurutku ini
kejutan dari Tuhan bisa dipersatukan lagi walau bukan secara nyata dengan teman
masa kecilku.
Sedikit cerita namun membayar setengah rasa rinduku padamu.
Tulisan ini kuakhiri dengan harapan suatu saat kita bisa berjumpa lagi. Reuni bersama
sepertinya akan menyenangkan. Segala harapan yang paling baik semoga kamu bisa
mencapai apapun cita-citamu selama ini. Aku sebagai teman hanya bisa berdoa
mudah-mudahan Alloh bisa melancarkan setiap harapanmu. Aku Rida Farida, selalu
mengenangmu sebagai teman masa kecil yang tidak pantas dilupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar