#40 Sesuatu Hal

| Minggu, 03 Februari 2013 | |
#MuhammadHilman

Hai. Bagaimana kabarmu? Anggap saja ini kejutan. Kubuatkan tulisan pendek ini sebagai wujud pertemanan kita. Bila merasa penasaran apa saja yang kutulis disini kamu bisa membacanya sampai titik terakhir. Menurutku tak akan lama hanya menghabiskan beberapa menit saja asalkan kamu membacanya tanpa dieja. Cukup dipahami apa maksudku dan kamu akan tau inti dari kutulis ini. Semoga kamu menyukainya.

Tiga tahun yang lalu kiranya aku mengenalmu. Sejak kita dipersatukan dalam kelas yang sama di situlah awal perkenalan itu. Baik dan tanpa beban, menurutku begitulah dirimu. Terkadang agak ceroboh namun memiliki jiwa yang bisa melucu juga. Selain itu, kamu memiliki orangtua yang pengertian dan bisa memanjakanmu. Apapun yang kamu mau mereka pasti berusaha memenuhinya. Bukankah kamu anak satu-satunya? Maka, tak salah jika mereka sangat menyanyangimu lebih dari apapun.

Ada cerita berkesan tentangmu. Ketika itu kita sedang menikmati pelajaran fisika di suatu siang yang mengundang kantuk luar biasa. Kebetulan guru fisika yang mengisi jam pelajaran kelas kita itu terkenal dengan kekillerannya.  Pada waktu itu kamu duduk seperti biasa di bangku paling belakang. Entah bagaimana persis kejadiannya,yang ku tau  dikarenakan kamu lengah beberapa detik saja untuk melirik seorang guru matematika dari jendela kelas yang berada tepat sebelah timur dari bangkumu itu ternyata berakibat fatal. Kebetulan sudah lama guru matematika tersebut  tak mengisi jam pelajaran dan dikabarkan sakit malah tiba-tiba muncul begitu saja melewati kelas kita. Mungkin menimbulkan penasaran dan rasa ingin meyakinkan penglihatanmu  sehingga lupa memerhatikan guru di depanmu. Alhasil, guru yang killer itu merasa tidak dihargai kemudian memanggil namamu dan menanyakan apa yang baru saja kamu lihat diluar sana. Dengan gugup yang luar biasa kamu mencoba menjawab. Karena alasanmu yang lucu itu mengundang gelak tawa seisi kelas namun aku beserta teman lainnya berusaha menahan tawa sekuat tenaga. Semakin kita tertawa maka semakin marahlah guru itu. Kamu pun disuruh maju ke depan kelas untuk menjelaskan kembali pelajaran yang baru saja disampaikan. Bagusnya kamu dengan berani memenuhi perintah itu lantaran memang tidak ada pilihan lain dan jika menolak semakin murkalah amarahnya. Bingung, gugup dan takut menghiasi wajah dan badanmu kian bergetar. Suaramu terbata-bata dan tak terdengar jelas saking gemetarnya. Setelah melihat kejadian itu rasa kantuk yang sangat hebat mengoda keterlelapanku malah  lenyap begitu saja. Mataku langsung melebar dan terbuka dengan canggihnya. Kejadian itu sangat berkesan bukankah menurutmu juga begitu? :)

Kini kamu kuliah mengambil jurusan Teknologi Informatika di salah satu Universitas Swasta di Bandung. Sebenarnya kampus kita tak terlalu jauh jaraknya namun tak pernah sekalipun kita dipersatukan dalam waktu dan tempat yang sama. Mungkin suatu saat kita bisa melakukan acara reuni kelas lagi. Dan segala doa terbaik  semoga bisa mengantarkanmu ke gerbang impian dan cita-cita yang sedang kamu rancang selama ini. Sebagai teman, aku hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa mewujudkannya dengan baik. Jadilah orang hebat! Jadilah orang sukses! Aku Rida Farida, kubuat semua ini sebagai tulisan sesuatu hal tentangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -