#Dua Hal. Hubungan Kita

| Rabu, 20 Februari 2013 | |
Sedang apa kamu? Bisa kutebak, kamu sedang berkutat teliti pada tugas kuliahmu yang banyak bukan main. Kamu memprioritaskan hal tersebut dengan ketekunan yang sangat tinggi. Pencarian, perancangan dan pengembangan tambang adalah hal yang kamu cintai. Mineral, berlian, batu bara dan sebagainya menjadi teman akrabmu di kala siang dan malam. Jikalau kamu sedang berbagi pengetahuan bersama mereka aku pun disini tak lagi berpeluang mengganggumu. Aku anggap semuanya wajar dan aku menghargainya.

Sedang dimana kamu? Setelah mineral, berlian dan batu bara kini ada mereka di sampingmu. Kamu berada bersama teman-temanmu. Disana, di beberapa tempat yang biasa kamu kunjungi setiap waktu senggang. Asyik dan ramai, dua hal yang kamu sukai. Dan jika bersama mereka (teman-temanmu) dua hal itu selalu datang tanpa diundang. Tanpa kamu sadari ada aku disini menunggu kabarmu sesabarnya. Kuhubungi secara berkala takut dirimu terganggu dengan SMS serta teleponku yang berdering di handphonemu namun seringnya kamu tak menggubris. Lupa, bukanlah alasan baru yang kamu buat. Khawatir, cemas dan gelisah, apa itu rasa yang salah? Selalu tiga rasa itu yang menghantuiku sepanjang waktu jika aku kamu lupakan. Mungkin dengan satu SMS atau sekedar menelepon 30 detik saja bisa membuatku lega dan tenang, itu yang sering kuungkapkan padamu. Teman-temanmu adalah teman-temanku juga, aku tau dan mengerti. Tidak ada niat membatasi hanya ingatlah aku disini dalam kecemasan yang membuncah.

Kedewasaanmu yang membuatku jatuh cinta. Pengertian dan rasa percaya menjadikanku kukuh luar biasa padamu. Kamu bukan yang pertama untukku dan kamu pun tau itu. Tapi aku bagimu adalah yang pertama walau bukan yang utama. Kita masih muda dan masa depan belum terang menerangi kenyataan. Perjalanan jauh dan rintangan menghadang adalah ujian bagi aku dan kamu. 

Terkadang aku merasa kamu lebih memahamiku dibanding aku memahamimu. Kamu tak pernah lupa hal detail tentangku walau senjata jitu untuk lupa membalas SMS dan menjawab teleponku sering membuatmu tak bisa menjelaskan. Menurutmu hal itu membuatnya sulit dan kamu lebih menyukai memberi kabar secara langsung dengan datang ke rumahku setiap saat. Aku marah, ya untuk sejenak. Tapi kamu selalu memahami, mempercayai, dan meyakiniku  dengan kesungguhan. Sebagai contoh jika ada orang lain yang mencoba menghasut, menjelek-jelekanku di depanmu, bahkan berniat menghancurkan hubungan kita, kamu dengan murahnya memaafkan orang itu dan tetap yakin padaku  lantaran pikirmu kamulah yang lebih tau siapa aku. Senang, bersyukur dan tenang itulah yang membuatku yakin aku ada di hatimu. Kamu menaruh kepercayaan besar dan aku tidak akan menyia-nyiakannya dengan alasan apapun bahkan rasa egois yang sering mendatangiku.

Sudah kujalani segalanya dengan suka cita, canda tawa, dan duka lara. Aku menikmatinya, mencintainya, dan mempertahankannya. Seiring berjalannya waktu yakinlah kita akan segera mendapatkan jawaban keteguhan hubungan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -