#41 Tentang Semua
|
Rabu, 06 Februari 2013
|
Seuntai Surat
|
#MuhamadFahmi
Hai. Apa kabar denganmu? Baik-baik sajakah? Kurasa memang
begitu. Ini hanyalah sebagai catatan kecil tentang pertemanan kita. Anggap saja
sebuah hadiah untukmu dariku. Memang
hari ini bukanlah hari ulangtahunmu, hadiah yang kuberikan ini sebagai lambang
pertemanan kita. Semoga kamu
menyukainya.
Tiga tahun yang lalu aku mengenal sosok dirimu. Kamu sosok
yang baik dan tak pernah terburu-buru dalam bertindak. Selama ini aku
menganggapmu teman yang unik. Tidak ada yang sepertimu. Selain itu, kamu
memiliki style fashion sendiri. Kurasa tak hanya fashion melainkan style
bermotormu. Bagaimana tidak, setiap orang yang meihatmu pasti beranggapan
begitu juga. Tak sampai disitu, mungkin dikarenakan aliran musik yang kamu
sukai itu mempengaruhi stylemu. Reggae, benar ‘kan? Aku dengar kini kamu
memiliki sebuah grup beraliran musik Jamaika itu. Tak hanya soal wawasan
tentang musik reggae namun menurutku kamu memiliki wawasan lain yang cukup
baik. Sharing denganmu membuatku bisa berpikir dengan cara pandang berbeda.
Ada suatu kejadian tentangmu disuatu siang. Di hari itu
terik matahari sedang giat-giatnya menyalurkan panas yang begitu dramatis ke
kelas kita. Pelajaran yang kita geluti pada waktu itu adalah geografi. Guru di
depan kita menyuruh semua murid membuat kelompok untuk berdiskusi mengenai
sesuatu hal di dalam buku. Bukannya berdiskusi malah kantuk menyerbu ruangan
dengan semangatnya. Walau ribuan kali menguap tanda kantukku mulai kronis tetap
saja kupaksakan menulis. Sekonyong-konyong dikeheningan suasana kelas yang
larut pada kekantukan sekaligus pendiskusian malah timbul suara dari seseorang
yang menyedot perhatian seisi kelas. Suara yang tak biasa karena dibarengi
ekspresi menguap yang dipaksakan. Ternyata membuat guru di depan kita agaknya
tersinggung dengan hal itu. Ia pun menanyakan siapa yang melakukan hal
tersebut. Tak disangka ada salah seorang
di kelas kita yang mengangkat tangan tanda mengakui dirinyalah yang
melakukannya dan ternyata itu kamu. Aku kira beliau akan memarahimu atau bahkan
membentakmu. Beliau hanya berkata “Ada guru di depanmu yang sopan kalo menguap,
kamu manusia atau bukan?”.Kamu menjawabnya dengan sedikit bergumam “ya manusia, pak!”. Seisi kelas agaknya menahan
tawa dan tak mencoba menyuarakan tawanya karena guru geografi kita pasti tidak
akan menyukainya. Ingatkah kamu dengan kejadian itu? Ah, aku yakin memorimu
masih bagus untuk menyimpan insiden itu dibagian terbaik otakmu.
Banyak sekali yang ingin kusampaikan disini hanya saja ruang
dan waktu tak mengizikan kita membaginya dikesempatan ini. Catatan kecil yang
kubuat hanyalah sebagai ulasan pengingat
dari segala hal yang pernah dialami. Sebagai teman pasti aku selalu berharap
yang terbaik untukmu. Apapun yang kini kamu sedang kerjakan semoga selalu dalam
lindungan Alloh SWT. Aku Rida Farida, menjadikan semua tentangmu adalah
pengilhaman yang terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar