Suara Yang Kuhafal Dan Kaulah Pemiliknya
|
Minggu, 03 Maret 2013
|
Cerita Hati
|
Suaramu. Aku hafal bagaimana lirik dan nada yang biasa
kaugiring dengan lemah lembut menjadi suatu kenikmatan tersendiri untukku. Bunyi
yang meluncur indah dari mulutku selalu memanjakan setiap telinga yang
mendengarnya tidak terkecuali aku. Merdu, halus, menyejukkan sampai ke ulu
hati. Lagu-lagu yang kaulantunkan dengan gitar kesayanganmu menjadi paket
sempurna yang bisa kupahami. Kau selalu membuat setiap lagu takhluk pada suara
emasmu yang membuatku tak pernah berniat melupakan satu kata bahkan satu bunyi pun
yang kau nyanyikan dengan sepenuh hati. Aku menyayangi suaramu, dan kaulah pemiliknya.
Gitar itu menjadi pelengkap hidupmu. Nyanyianmu tanpa bunyi
petikan gitar sama saja seperti bulan tanpa cahaya. Terlihat buram, tidak
bernyawa dan seolah-olah bukan kamu yang aku kenal. Caramu menggerakan bibir
saat bernyanyi seirama dengan setiap nada yang kau kunci di gitarmu. Kalian
berjodoh, aku tau. Kamu dan gitar itu memang memiliki keterkaitan yang sangat
kuat dan tidak bisa kuingkari. Kurasa gitar itu haruslah merasa beruntung
lantaran dimiliki oleh manusia bersuara istimewa sepertimu.
Aku sangat hafal dengan suaramu. Suara yang membuat
hari-hariku berarti. Suara yang selalu memerhatikan tingkah polahku. Suara yang
mampu merubah tangis menjadi tawa. Suara yang bisa menenangkan. Suara yang mewarnai
teguran di saatku berperilaku ceroboh. Suara yang menghibur di kala sunyi dan
sepi. Suara yang selalu ada. Suara yang benar-benar kusyukuri keberadaannya.
Yang paling kusuka adalah nyanyian-nyanyian yang
kaulantunkan padaku. Apapun lagunya, aku tak menemukan alasan untuk mencela.
Asalkan kamu yang bernyanyi, aku tak akan menolak. Telingaku beradapatasi
dengan mudah bersama suaramu. Bunyi dan not yang cantik membuat segalanya
begitu terpadu dan sempurna.
Caramu menghiburku sangatlah sederhana. Tidak perlu
mengajakku ke bioskop, jalan-jalan ke mall, makan-makan ke foodcourt, cukup
satu cara. Bernyanyilah! Obat paling mujarab yang bisa kuterima untuk membunuh
sepi, sunyi, gundah, risau bahkan sedih. Aku mencintaimu, aku mengagumi suara
indahmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar