#Keras Kepala. Peringatan Tak Cukup Untukmu. Dan Pada Akhirnya..
|
Rabu, 20 Maret 2013
|
Cerita Hati
|
Ada yang ingin aku ceritakan hari ini. Terlintas begitu saja
dalam pikiranku. Entah karena aku yang terlalu berlebihan atau karena aku
memang selalu mengundang fantasi di kehidupan. Tidak ada jawaban. Tidak akan
kubuat jawaban.
Ini untukmu yang memiliki sifat maha kokoh. Untuk dirimu
yang mencintai dengan sungguh angan dan keyakinanmu juga segala sesuatu yang
kauanggap benar.
Percaya diri kuat adalah hal yang paling kukagumi. Bisa dipercaya,
low profile, dan cerdas tentu saja. kamu terbaik dan memang begitu adanya. Sadarkah
kau akan semua itu benar-benar ada pada dirimu?
Selain karaktermu hampir ‘aman’ juga secara perawakan,
perempuan mana yang tak ingin menjadi kekasihmu? Kamu selalu bilang bahwa
lelaki itu memiliki tanggungjawab pada mimpinya selayaknya pada perempuan yang
telah dipilihnya. Aku pahami sedalam-dalamnya walau harus menghabiskan waktu
yang cukup lama. Perempuan itu hal yang harus diperjuangkan dan berarti
mengharuskan lelaki mengorbankan sesuatu. Sesuatu itu berupa apapun. Ya apapun.
Dan inilah yang menjadi perundingan hati tentangmu saat ini.
Kamu yang memiliki banyak kelebihan juga beberapa kekurangan. Ini dalam dirimu
namun aku tak menganggap salah hanya saja menurutku ini terlalu berlebihan dan tidak
sukai.
Pendapat, pernyataan dan anggapan yang menurutmu pantas dan
benar walau hanya bagimu saja yang mengharuskanmu melakukannya dengan segala
rintangan nyata maka percayalah tiada orang yang bisa melarangmu selain Tuhan. Terkadang
memang semua itu memberi hasil yang fantastik namun di sisi lain ada resiko
yang maha besar menunggu. Aku mengkhawatirkanmu, dan aku tidak suka berada pada
zona itu. Kamu tau? Sangat tidak nyaman.
Benar-benar hal yang bisa menyakiti, melukai, bahkan mengorbankanmu
tiadakah sedikitpun untuk menyayangkan semua itu? Risau yang membuncah hingga
tidak ada rasa tenang lagi yang tersimpan dalam diri tidak akan bisa
menjadikanmu alasan. Walau bukan tentangku, karena aku, atau peringatan dariku
bisakah kau tetap menjaga dirimu sebaik-baiknya? Benar-benar sebaik-baiknya,
maksudku. Jika bisa hilangkan sejenak keras kepalamu dalam hal-hal pengundang ketidakselamatanmu.
Aku tau bagaimana air mukamu menanggapi kata-kataku ini. Semakin kau
diperingati semakin kau ingin menerjangnya. Fantasi dan rasa, itulah menurutmu.
Sial. Kau akan selalu membuatku khawatir terus-menerus. ‘Jangan buat aku
khawatir dengan kekhawatiranmu yang berlebihan’ dengan santai kamu berbalik
berkata begitu padaku. Gila. Kamu memang gila, segila aku memikirkanmu, segila
aku mencintaimu.
Kamu adalah kamu. Bukan karena aku, namun karena hatimu. Pada
akhirnya aku harus pasrah pada keras kepala yang amat kokoh. Yakinlah, aku
mulai terbiasa. Terpaksa terbiasa, maksudku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar