Kata Jejaring Sosial

| Minggu, 03 Maret 2013 | |
Jejaring sosial. Dari sanalah aku mengetahui sosok dirimu secara tidak langsung. Melalui media internet itu aku bisa memahami apa yang kaupikirkan walau belum tentu benar-benar sedang kaupikirkan. Apa yang kautulis, kaukatakan, kauungkapkan di jejaring sosial membuatku kagum. Kata-katamu selalu tertata apik, rapi dan berbahasa namun meninggalkan kesan misterius bagi pembacanya. Kalimatmu yang tepat, inti besar yang kausampaikan, semangatmu memandang hidup adalah perwakilan dari setiap pemikiran-pemikiranmu yang tak biasa. Kau menggunakan jejaring sosial sebagai media yang baik untuk mengatur diri agar bisa terlibat dalam perkembangan dunia di era globalisasi ini. Rasanya tak pernah aku melihatmu membagi kata-kata remeh temeh apalagi tak mendasar. Kau berusaha menggambarkan ide dan perasaan dengan baik tanpa harus menyakiti siapapun.

Foto milikmu terpampang indah di profil pribadimu. Senyum lebar, air muka yang tegas, garis wajahmu menegaskan betapa kau adalah orang yang patut diperhitungkan. Kuamati setiap lekuk wajahmu melalui media jejaring sosial itu. Keningmu berkerut-kerut tipis dengan sedikit anak-anak rambut yang menutupinya, alis tebal dan hitam yang hampir bertautan,sepasang mata tajam dengan bentuk agak menyipit, hidungmu tak begitu panjang namun indah di pandang, bibirmu tipis dengan semburat jingga, dahi itu begitu pas di wajahmu, kamu memang terbilang tampan dan hampir sempurna. Aku yakin akan banyak perempuan yang mendambakan kasih sayangmu. Dan mungkin kau tak akan susah mencari kekasih yang sembanding denganmu. Ya, besar kemungkinan seperti itu.

Nama jelasmu berada tepat di samping fotomu. Dibawahnya ada beberapa informasi pribadi dari mulai tempat tinggal, tanggal lahir, alumni sekolah, status hubungan dan lain sebagainya. Aku mengetahuimu hanya sebatas itu. Aku mengagumi hanya sebatas jejaring sosial. Aneh sekali jika aku sebut ini perasaan istimewa namun bila kuteliti mungkin aku memang mengagumi setiap tulisanmu di media internet itu. Terkadang kalimat optimis dan semangatmu memengaruhi suasana hatiku. Setidaknya kamu memiliki andil yang cukup besar untuk memperbaiki perasaanku tanpa kau sadari betul. Aku bukan siapa-siapa, bahkan kau tak mengenalku sama sekali. Yang kuharapkan suatu saat entah itu kapan aku bisa berkesempatan untuk mengenalmu secara pribadi. Semoga saja itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -