Doa Mencinta Dan Perubahan

| Kamis, 21 Maret 2013 | |

Hari ini aku menemukan sesuatu secara tak sengaja. Satu catatan kecil entah siapa yang menulisnya. Deretan kata tertata apik dengan makna yang mendalam. Entah kepada siapa tulisan itu ditujukan hanya saja satu hal yang bisa kupastikan dari catatan itu adalah kuyakin semua kata-kata di dalamnya diungkapkan setulus-tulusnya. 

Doa mencinta dan perubahan.
 Mungkin dua hal itulah yang ingin disampaikan si penulis. Ia awalnya berdoa kepada Tuhannya untuk mendapatkan seseorang yang ia cintai.Mungkin menurutnya mencintai itu hal yang pantas untuk dibayarkan apalagi oleh orang yang ia istimewakan. Memilih orang-orang untuk dicintai memang bukan hal yang bisa diatur oleh akal dan pikiran. Segalanya mengalir begitu saja tanpa disadari dan pada saat tertentu ketika telah begitu kuat pengaruhnya terhadap diri barulah hati itu menyadari. Menyadari bahwa kamu atau dia atau mereka-lah orang-orang terpilih untuk dicintai secara semestinya. Memang cara mencintai itu tidak harus berjalan mulus bahkan kadang sistemnya diluar kendali. Bukan skenario yang bisa diatur atau diubah seenaknya agar bisa berakhir happy ending. Tidak semuanya cerita itu berakhir sempurna. Tidak semua harapan itu bisa terwujud. Tidak semua mimpi itu bisa dicapai. Tidak semua ambisi itu bisa ternyatakan. Mencintai kadang melahirkan obsesi yang amat buas. Mungkin saja suatu saat bisa menerkam tuannya. Hidup itu penuh resiko. Bukankah cinta memang memberi kita pilihan? Pilihan untuk menyakiti atau disakiti. Jika disuruh memilih mana yang akan kamu pilih? Resiko? Ya jelas diantara keduanya akan mengundang resiko.

Dan waktu menuntunnya  pada pembelajaran. Di dalam tulisan kecilnya ia menyatakan perubahan doa. Kini kepada Tuhan-nyalah ia memanjatkan doa tertulus bahwa ia meminta dengan sungguh bisa selalu mencintai orang-orang yang meyayanginya. Tidak terkecuali siapapun. Ia ingin selalu dijaga rasa kasih sayang terbesarnya untuk setiap orang yang memelihara, melindungi dan memberikan cinta selama hidupnya. Di titik inilah ia menyadari bahwa ketika seseorang bisa menerima segala sesuatu dan mensyukuri takdir maka akan menjadikannya manusia yang lebih baik. Memang bukan hal yang mudah ‘kan? Di dunia ini segala sesuatu tiada yang mudah namun dengan niat dan pemikiran yang ringan hal yang berat bahkan sukar sekali pun bisa dilewati. Tidak ada cara mudah, tidak ada praktik gampang dan tidak ada masalah tanpa penyelesaian. 

Doa. Petunjuk dan jalan keluar yang paling mujarab sepanjang masa. Tidak percayakah? Mari, kita buktikan bersama! Kadang kita sering berburuk sangka pada Tuhan lantaran doa kita tak kunjung di kabulkan. Kita merasa Tuhan begitu jahat dan pilih kasih terhadap hamba-Nya. Coba pikiran kembali.  Apa doa kita layak untuk diwujudkan? Apa cara kita meminta sudah pantas diterima oleh-Nya? Apa kesabaran kita begitu mahal untuk sekedar menunggu? Apa kita sudah siap menerima jikalau doa-doa itu langsung terkabul?
Tuhan tidak salah dan tidak pernah salah. Segala kemungkinan bisa terjadi. Bisa jadi doa kita yang terlalu berambisi, doa kita yang tidak dipikirkan, doa kita yang sangat egois atau Tuhan tau bahwasanya kita  belum benar-benar siap menerimanya? Tuhan memiliki jawaban di tiap doa yang hamba-Nya panjatkan diantaranya; ya, tidak dan tunggu.

Sama dengan cinta menurutku tidak selamanya mencintai itu membahagiakan. Namun dengan dicintai, kejutan demi kejutan akan menantimu seindahnya.
Terimakasih kepada si penulis tanpa nama itu. Aku berhutang padamu atas tulisanmu yang maha berharga itu. Doa akan menciptakan perubahan begitu pula sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -