Selamat Malam Esok

| Kamis, 15 Mei 2014 | |

Selamat malam kamu,
Ada cerita yang ingin kututurkan. Takkan lama, dua hingga tiga menit saja waktu yang bisa kaurelakan untuk merampungkan bacaan ini sampai ke titik terakhir. Apa kau tak keberatan, aku meminta waktumu membaca tulisan remeh temeh ini? Sungguh, terimakasih jika tidak.
Selamat malam kamu,
Sebetulnya cerita ini sederhana. Saat pertama kali kauajak aku jalan berdua: rasa dag-dig-dugnya seperti mendapat pengumuman kelulusan. Senang bukan kepalang, nyaris saja aku berteriak di depan wajahmu. Kau tentukan tempat dan waktunya, dan tidak ada gelengan kepala yang kaudapati, jelas aku mengangguk mau. Caramu memulai percakapan sungguh sederhana, aku suka. Tidak rumit, tidak berlebihan, obrolan ringan dan berani. Jika saja kamu tahu, setelah kau berlalu sembari mengantongi janji temu kita, perasaan ini sama halnya balon yang diisi udara terus-menerus hingga sesak, hingga tak muat dan meledak seketika. Jika hatiku punya kaki, mungkin ia akan berjingkrak-jikrak. Jika otakku punya mulut, mungkin ia akan berteriak-teriak. Aku girang, aku tahu, aku menyukaimu.
Selamat malam kamu,
Esok adalah waktu yang kausebut. Esok adalah hari-hari kemarin yang kutunggu. Esok adalah kesempatan paling ramah untukku dan mungkin kamu. Itu dia, esok.
Selamat malam kamu,
Malam ini sungguh panjang. Gelap masih tak kunjung usai. Tak sabar, rasanya.  Oh, esok seolah menyorakiku. Ingin kutarik matahari, jika mampu. Disini, di dalam pikiranku tertoreh ribuan kamu. Aku rela dilumat mimpi-mimpimu. Tidurku kali ini berbeda, tidur ini tak tenang, tidur ini melelahkan, tidur ini berlari menujumu, mencapai bayangmu.
Yah, selamat malam kamu
Yah, selamat datang esok
Yah, selamatkan aku dari malam ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -