Kepada Kamu Sayang
Kepada kamu, sayang
Salahkah bila aku terlalu perasa?
Salahkah bila aku terlalu peka?
Entah mengapa, kurasa ada yang tak sama lagi denganmu
Kau lebih diam, lebih menutup diri
Menyahutimu dengan perhatian namun nol besar
Bahkan aku punya banyak tanda tanya
Tak juga dapati jawaban
Walau begitu aku tak jengah, sayang
Kau ada tapi tak benar-benar ada
Kau bicara padaku namun sorot matamu keluyuran ke arah lain
Kau temani aku namun pikiranmu berlayar ke bagian yang tak kukenali
Peralihan sikapmu buatku terus bertanya
Walau mulutmu selalu terkatup
Bahkan senyum itu hambar sekali
Tertera di matamu, kau tak baik-baik saja
Ada sekelumit atau seonggok kata yang masih kausimpan
Jujurmu tersendat ditenggorokan, aku tahu itu
Kepada kamu sayang,
Tak mampu kuberpura-pura tak peduli
Tak tenang 'tuk abaikan apa yang nampak
Haruskah aku menerka-nerka lagi?
Haruskah aku mengira-ngira lagi?
Sayang, taruhlah jujurmu di telapak tanganku
Diammu menyulitkan
Tak menuntut apalagi memaksa
Hanya usaikanlah tanya ini, kuingin yang benar menggelontor dari bibirmu
Kepada kamu sayang,
Salahkah bila aku begitu perasa?
Salahkah bila aku begitu peka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar