Baiknya Aku Diam

| Senin, 12 Mei 2014 | |


Baiknya aku diam
Mengubur hidup-hidup kembang kata
Puisi bertaburan disana-sini
Dimampukan berani dalam bait
Segala asa telah kuterjemahkan
Terurai sederhana terangkai kalimat, "saya cinta kamu"

Baiknya aku diam
Saat kamu telah memilih
Perempuan itu sungguh elok
Senyumnya patut dipuja
Bahkan aku belum berucap apalagi bertindak
Kamu begitu bersikukuh tuk mencintanya

Baiknya aku diam
Dalam diam kurasakan hening lebih dalam
Menjamah sepi yang kian meronta
Yang tak pernah terucap pun berbaring disana
Mencokol sunyi hingga terluka
Merampung ucap dalam bisu
Tangis itu pecah, selalu pecah
Terasa begitu ngilu saat lelah tuk bersuara
Mulut ini kelu, sesak oleh amarah
Hati beranjak muram lalu kecewa mengundang
Baiknya ku tetap diam, terus, terus dan terus diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -