Cintamu Sebatas Nominal, Angka Dan Rupiah
|
Kamis, 18 April 2013
|
Cerita Hati
|
Nominal. Angka. Rupiah.
Hatimu hanya bergerak sebatas 3 hal itu. Jika semua itu tak kupunyai maka dengan segera kau menaruhku
diluar otakmu. Apa yang kaulihat dariku selama ini? Berapa banyak uang
di kantongku? Berapa gadjet yang kupunya? Apa kendaraan yang kutumpangi?
Apa latar belakang keluargaku yang mahaterkenal? Sebetapa berpengaruhnya aku
diantara teman-temanmu? Oh, sebenarnya apa yang kauinginkan dariku, sayang?
Suguhan nasihat-nasihat dari teman-temanku sering mengalir setiap
saat bahkan tanpa kuminta sekalipun. Mereka seperti berusaha menyadarkanku akan
satu hal namun menurutku, aku baik-baik saja. Mereka memandangku miris, menahan
iba, dan tanpa henti memperingatkanku akan bagaimana dirimu memanfaat aku
sebagai tameng materi. Awalnya aku pikir terlalu ganjil dan mustahil jika benar
kau tega melakukan hal itu padaku. Namun kini aku berada dalam kesadaran penuh
untuk melihat perlakuanmu di luar sudut pandangku selama ini.
Benar saja, aku tak pernah mempermasalahkan hal-hal sepele
tentang materi denganmu. Jalan-jalan bersama, makan berdua, beli ini beli itu,
tak mengharuskanku memperdebatkan siapa yang merelakan rupiahnya untuk
menanggung semua itu walau benar aku yang selalu menggelontorkan
kepingan-kepingan nominal secara terus-menerus. Ingatlah, aku tak pernah
sekalipun meributkan masalah itu!
Hingga sekarang aku merasa begitu lelah. Kau meminta
segalanya padaku tanpa kaumengerti kesusahan-kesusahan yang sedang kualami. Kau
berada di sampingku ketika aku senang saja, dan ketika aku dalam keadaan
terpuruk kau membuangku begitu saja. Ya, kau melakukannya padaku!
Apa cintamu hanya sepanjang berapa lama aku mampu memberikan
segalanya padamu tanpa penolakan? Apa aku tak berarti di matamu ketika aku tak
lagi bisa menghadiahkan benda-benda yang kauminta? Sayang, kau sangat kejam!
Sayang, nominal, angka, dan rupiah tak bisa lagi kusuguhan
padamu. Aku sadar dan harus cepat sadar atas segala bualan-bualanmu yang
murahan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar