Berlian
|
Rabu, 24 April 2013
|
Cerita Hati
|
Kau menyilaukan. Sama halnya bak berlian ketika di terpa
sinar mentari. Kau mengagumkan dan tidak ada seorangpun yang rela berkedip berlama-lama
untuk menikmati betapa indahnya aura yang kau pancarkan.
Aku dan kamu. Kita. Memiliki cahaya yang sama yaitu cahaya
matahari yang menyelubungi. Yang berbeda adalah kau berlian yang kemilau
sedangkan aku hanyalah perak biasa yang menginginkan pembiasan.
Apa daya yang bisa kuperbuat? Titik-titik spektrum yang
kautontonkan adalah magnet yang mampu menarik perhatian siapapun. Dan aku tau,
kau tak menyadari betapa indahnya auramu. Kau terlalu sibuk dengan cita-cita
yang ingin kaucapai semenjak kau mengerti apa itu ‘impian menjadi nyata’.
Waktumu bukanlah hal
bisa kau buang percuma. Tidak ada seharipun tanpa pencapaian yang lebih baik
dari hari sebelumnya. Keinginanmu sebesar dunia dan kau tak ingin
menyia-nyiakan waktu untuk tidak bergerak. Kau ingin mengoptimalkan segala yang
Tuhan berikan padamu. Bahkan saking fokusnya kau menekuni perjalanan mencapai
cita-cita, kau tak menghiraukan siapa-siapa yang rela menunggu untuk kelak bersamamu.
Walau kau tidak pernah memberi janji namun mereka akan rela melakukannya. Aku yakin,
diluar sana akan lebih banyak lagi orang yang siap berbagi proses denganmu.
Tapi kau berlian yang berbeda. Cita-cita adalah tanggungjawabmu dan kaulah yang
berhak mendapatkannya.
Hasil menjadi nomor
ke sekian di banding proses dan pengalaman yang kau dapatkan. Bergerak bebas
tanpa harus menerima larangan serta batasan jika kau memiliki pasangan,
benarkah itu bagimu? Setidaknya ada orang yang mendiktemu, walau secara halus
atau tidak kau ingin menyingkirkan semua itu terlebih dahulu. Ah, aku hanya
bisa menggeleng kepala!
Berlian memang memiliki standar harga yang tinggi. Tak semua
orang bisa mendapatkannya. Namun hampir seluruh penduduk di bumi ini yang ingin
menjadi pemiliknya. Begitu juga kau. Ada harga yang harus dibayar untuk tidak
sekedar menikmati kemilaunya namun merasakan cinta di dalam bias-biasmu. Aku
hanya perak yang tidak sebanding denganmu tapi percayalah kekuatanku bisa
mengilhami pancaranmu. Kesabaran yang mungkin tak bisa terukur sampai kapan aku
akan merasa lelah. Yang ku tau adalah kau berlian yang takkan jatuh pada cinta
murahan yang siapa pun bisa merasakannya. Kau akan yang memilih cinta yang
pantas bagimu. Perlu kau tau sejauh apapun kau mencari maka percayalah kau tak akan menemukannya. Karena aku akan menunggu hingga kau menyadari betapa dekatnya
jodohmu selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar