Aku Biasa. Kau Luar Biasa
Dari #Sammy Simorangkir - Dia
Malam-malamku kian berbeda dengan sebelumnya. Sulit tidur,
hal yang jarang kualami kecuali beberapa sebab yang memaksaku harus
melakukannya. Karena tugas yang menumpuk, acara televisi yang bagus, ada teman
ingin curhat, dan alasan-alasan lain yang menurutku masuk akal. Ini tak sama, tentu
bukan insomnia. Aku tak memiliki gangguan tidur akut atau insomnia, aku
pertegas itu. Sekalinya bergadang pun haruslah dicekoki kopi yang banyak untuk
menunda kantuk karena aku benar-benar orang mudah terlelap. Ada yang terjadi
denganku kali ini. Sesuatu yang menggangguku di tiap malam hingga aku tak
merasa dimantra-mantrai kantuk seperti biasanya. Sebenarnya sangat mudah untuk
mengetahui penyebabnya. Tak lain, ya kamu.
Kamu berlalu-lalang di kepalaku. Tiba-tiba membuatku
gelisah, risau, tak tenang dan perasaan-perasaan aneh lainnya yang bersileweran
kesana-kemari tanpa henti. Seakan senyummu menggantung di depan mataku sehingga
untuk terpejam pun aku tak ingin melakukannya, apalagi untuk dibiarkan tertidur.
Ada ketakutan tersendiri. Ketakutan yang tidak bisa kujelaskan darimana
asalnya. Namun yang kumengerti adalah aku takut tak mampu membawamu ke dalam
mimpiku. Kau buatku semakin gila. Semakin menggilaimu. Kau hanya di dunia yang kuingini, kau hanya ada di mataku saja.
Kala kau menerobos kerumunan para perempuan maka
perhatikanlah tatapan sisi kiri-kananmu. Semua mata tertuju pada satu orang
yaitu kamu. Pernahkah kau memerhatikannya? Bagaimana tidak, badanmu menjulang tinggi
dengan bahu kuat dan tegap, parasmu tentu saja sangat menarik. Segala yang
Tuhan berikan padamu adalah keindahan mutlak yang nyata. Rambut hitam dengan
sedikit ikal, alis tebal mempertegas matamu yang indah, hidung yang menarik
walau tak begitu mancung, serta bibir yang penuh. Apalagi ketika kau sedang
tersenyum ada dua lesung pipi yang mengapit bibirmu. Sungguh sempurna.
Yang kutau tak hanya parasmu yang tampan, tapi tingkah
lakumu yang juga dikagumi. Perilakumu
santun, ramah, mudah bergaul, disenangi banyak orang dan lain sebagainya
merupakan daya magnet kuat untuk menarik perhatian lawan jenismu termasuk aku. Beberapa
kali kita terpaut di satu pembicaraan, seketika aku bisa menerkanya. Kau pria
yang lugas dan tak suka bertele-tele. Dan aku menyukainya.
Kau sempurna. Bahkan terlalu sempurna untuk aku yang biasa.
Aku hanyalah beberapa diantara banyaknya perempuan yang mengagumimu dalam diam.
Pengecut, tentu saja aku terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu.
Aku ini hanya perempuan biasa dengan daya tarik yang biasa pula. Bisa di bilang
kau adalah fantasi terliarku dan mustahil untuk kudapatkan. Namun pepatah yang
mengatakan “Tidak ada yang tak mungkin di
dunia ini” selalu terhiang jelas di kepalaku. Walau aku mengerti bahwa yang
benar-benar terjadi adalah aku memang perempuan biasa yang mengagumi pria
sempurna. Aku berharap hatiku cukup untuk mengagumimu namun mungkin sebenarnya
tidak.
Malam-malamku memang tak sama lagi. Kantuk tak ingin
membantuku yang kian merasa risau memikirkan hal-hal tentangmu. Entah berakhir
bagaimana ceritaku ini, yang kupahami untuk sementara adalah aku dengan segala
ketidakluarbiasaanku mengagumi pria dengan segala keluarbiasaanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar