Aku Biasa. Kau Luar Biasa

| Sabtu, 20 April 2013 | , |
Dari #Sammy Simorangkir - Dia

Malam-malamku kian berbeda dengan sebelumnya. Sulit tidur, hal yang jarang kualami kecuali beberapa sebab yang memaksaku harus melakukannya. Karena tugas yang menumpuk, acara televisi yang bagus, ada teman ingin curhat, dan alasan-alasan lain yang menurutku masuk akal. Ini tak sama, tentu bukan insomnia. Aku tak memiliki gangguan tidur akut atau insomnia, aku pertegas itu. Sekalinya bergadang pun haruslah dicekoki kopi yang banyak untuk menunda kantuk karena aku benar-benar orang mudah terlelap. Ada yang terjadi denganku kali ini. Sesuatu yang menggangguku di tiap malam hingga aku tak merasa dimantra-mantrai kantuk seperti biasanya. Sebenarnya sangat mudah untuk mengetahui penyebabnya. Tak lain, ya kamu.

Kamu berlalu-lalang di kepalaku. Tiba-tiba membuatku gelisah, risau, tak tenang dan perasaan-perasaan aneh lainnya yang bersileweran kesana-kemari tanpa henti. Seakan senyummu menggantung di depan mataku sehingga untuk terpejam pun aku tak ingin melakukannya, apalagi untuk dibiarkan tertidur. Ada ketakutan tersendiri. Ketakutan yang tidak bisa kujelaskan darimana asalnya. Namun yang kumengerti adalah aku takut tak mampu membawamu ke dalam mimpiku. Kau buatku semakin gila. Semakin menggilaimu. Kau hanya di dunia yang kuingini, kau hanya ada di mataku saja.

Kala kau menerobos kerumunan para perempuan maka perhatikanlah tatapan sisi kiri-kananmu. Semua mata tertuju pada satu orang yaitu kamu. Pernahkah kau memerhatikannya? Bagaimana tidak, badanmu menjulang tinggi dengan bahu kuat dan tegap, parasmu tentu saja sangat menarik. Segala yang Tuhan berikan padamu adalah keindahan mutlak yang nyata. Rambut hitam dengan sedikit ikal, alis tebal mempertegas matamu yang indah, hidung yang menarik walau tak begitu mancung, serta bibir yang penuh. Apalagi ketika kau sedang tersenyum ada dua lesung pipi yang mengapit bibirmu. Sungguh sempurna. 

Yang kutau tak hanya parasmu yang tampan, tapi tingkah lakumu yang  juga dikagumi. Perilakumu santun, ramah, mudah bergaul, disenangi banyak orang dan lain sebagainya merupakan daya magnet kuat untuk menarik perhatian lawan jenismu termasuk aku. Beberapa kali kita terpaut di satu pembicaraan, seketika aku bisa menerkanya. Kau pria yang lugas dan tak suka bertele-tele. Dan aku menyukainya.

Kau sempurna. Bahkan terlalu sempurna untuk aku yang biasa. Aku hanyalah beberapa diantara banyaknya perempuan yang mengagumimu dalam diam. Pengecut, tentu saja aku terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Aku ini hanya perempuan biasa dengan daya tarik yang biasa pula. Bisa di bilang kau adalah fantasi terliarku dan mustahil untuk kudapatkan. Namun pepatah yang mengatakan “Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini” selalu terhiang jelas di kepalaku. Walau aku mengerti bahwa yang benar-benar terjadi adalah aku memang perempuan biasa yang mengagumi pria sempurna. Aku berharap hatiku cukup untuk mengagumimu namun mungkin sebenarnya tidak. 

Malam-malamku memang tak sama lagi. Kantuk tak ingin membantuku yang kian merasa risau memikirkan hal-hal tentangmu. Entah berakhir bagaimana ceritaku ini, yang kupahami untuk sementara adalah aku dengan segala ketidakluarbiasaanku mengagumi pria dengan segala keluarbiasaanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -