Waktu Tak Lagi Memungkinkan

| Minggu, 16 Juni 2013 | |

Usahaku seakan sia-sia. Perjuanganku seakan terbuang percuma. Aku mulai menyerah pada keputusasaan. Waktu-waktu yang kulalui untuk memiliki hatimu berjalan tanpa hasil. Nihil.

Caraku untuk menyayangi mungkin tak cukup kuat membawamu padaku. Berbagai hal kulakukan demi meluluhkan pendirianmu untuk menolakku menjadi pendampingmu.  Aku rela menjadi apapun  yang kauinginkan. Sungguh, sesuatu apapun, demimu. Kau berarti besar untukku. Tak ada yang menjadi alasan mengapa aku harus secinta ini pada manusia seperti dirimu, bukankah “cinta tulus” itu memang tak butuh alasan?

Selamat pagi. Selamat siang. Selamat sore. Selamat malam. Aku selalu mengucapkan itu sepanjang waktu padamu. Ya, hanya padamu saja.

Kau memang tangguh. Kau tak mudah diruntuhkan kekuatannya. Sulit diubah perasaanya. Hatiku karam oleh kesakitan yang tiba-tiba meluluhlantakkan nurani. Tapi aku sama tangguhnya denganmu, aku cinta dan aku siap bersabar dalam waktu yang memungkinkan.

Kau boleh menganggapku keras kepala, kupikir juga begitu. Kau yang kuinginkan kedatangnya, kau yang kuharapkan perhatian, kau yang kumimpikan setiap malamnya. Oh, bohong jika aku tak pernah putus asa namun ini hati yang rapuh dengan kekukuhan yang maha hebat.

Nafasku menjadi sakit kala udara yang kuhirup terasa tak bernyawa. Aku harus berhenti, aku harus melawan hati ini. Perasaanku akan sia-sia, cintamu mungkin takkan ada untukku; aku menyerah. Inilah maksudku, waktu tak lagi memungkinkan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -