Aku Bukan Kalah
|
Senin, 15 Februari 2016
|
Puisi
|
Aku bukan kalah, saat memilih untuk mengalah
Aku bukan kalah, saat memilih untuk memaafkan
Aku bukan kalah, saat memilih untuk menghilang
Hati mengosongkan diri namun masih merasa terisi
Terisi oleh setumpuk alasan tak berarti
Berarti benak ini tak juga mau mengerti
Mengerti bahwa lelah itu tak kenal situasi
Langkah ini mengayun begitu berani
Berani terjang waktu tanpa tujuan yang pasti
Pasti barat, utara, timur, selatan akan dilarungi
Larungi arah untuk mencari-cari ilusi
Lihat paras ini kehilangan aura lagi
Lagi menyimpan angan di tepi hari
Hari selalu sendu dan jatuh untuk menangisi
Menangisi janji yang dinjaki
Tangan selalu terulur untuk menanti
Menanti aroma tubuh yang dirindui
Rindu menguap berkali-kali
Berkali-kali pula kenyataan tak mengamini
Aku tak akan kalah, walau mengalah tak berarti
menyerah
Aku tak akan kalah, walau memaafkan tak mesti
dimaafkan
Aku tak akan kalah, walau hilang tetap meninggalkan
jejak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar