Masih Keras Kepala
Bak balutan sinar matahari menghangatkan rasa
Tubuh berangsur mengering hanya rindu yang tak pernah gersang
Diterpa cahaya dan suhu ini, aku bersikukuh keras kepala
Ini hangat, hanya terlalu hangat
Lapis ke lapis keringat pun semakin menggumpal
Tak apa, aku masih merindu, aku masih keras kepala
Semilir angin menyapu sukma
Menyesap ke ulu hati
Oh, ternyata aku mengabaikan
Aku suka hangat, aku suka bara
Kusingkirkan apa yang disebut sejuk oleh mereka
Aku masih keras kepala
Rindu ini membakar
Tapi kubersikeras memanggil ini hangat
Biar saja, biar saja, biar saja
Hangat ini akan mengundang api
Api takkan pernah bisa tersentuh
Itulah rindu milikku
Rindu kepada siapa, rindu yang memanas
Dan aku masih keras kepala
Aku menantinya benar-benar membakarku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar