Pengeluh Amatir

| Minggu, 25 Agustus 2013 | |


Kisah berlalu melewati jalan perjuangan
Harapan membumbung, doa diharumkan tiap hari
Pikir demi pikir dikerahkan dalam apa-apa
Selepas menuangkan sabar dan keringat disana
Puisiku mulai berbisik, aku ingin, aku ingin, aku ingin

Kisah menunggu di depan sana
Sebelum menerima, waktu memelukku seeratnya
Harapan terbungkam dan apa-apa yang terjadi siap melemparku
Masih dalam bisik, aku ingin, aku ingin, aku ingin

Bahagia yang di agungkan kemudian menolak
Menggeleng kepala dan pergi ke takdir yang lain
Tidak ada, aku tak dapat

Hal yang sama selalu kembali padaku
Kini aku berpuisi dalam keluh dan kalah
Sajak-sajak menggerutu dari si pengeluh
Puisi juang tertelan habis oleh pungkiran nasib yang didapati
Lolongan di benak mengasihaniku sebagai pengeluh amatir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -