Arah
|
Selasa, 01 Maret 2016
|
Cerita Hati
|
Arah ini yang akan kutuju.
Matahari diujung sana yang olehmu dan olehku akan diikuti. Langkah ini
mengantarkanku pada keseharusan dan putusan Tuhan yang Maha Bijak. Jalan yang
kian kujejak belum tentu dapat mempertemukan kita lagi. Kaki diayun begitu
saja, meninggalkan potret demi potret kehidupan yang berlalu mengajarkan segala-galanya
dengan keras, tanpa memberi kesempatan kedua. Jikalau, aku sebut itu kesempatan
kedua tidaklah benar. Kesempatan baru menghampiri siapa-siapa yang tidak
mengharapkannya. Bahkan bisa kubilang, aku bukan mengharapkan arah ini mampu
menunjukkanku kepadamu, namun bersama arah aku ingin menemukan kau yang baru
atau kau yang jauh lebih baru.
Arah ini mengingkatku
pada rasa sakit. Membuatku semakin yakin bahwa perasaan ini benar-benar
berfungsi dengan baik. Kepada arah ini pula, kudituntun bagaimana mengatur
kembali hal yang rusak agar setidaknya cantik untuk dilihat. Juga kudiajarkan,
mengobati sesuatu yang berdarah ataupun tak berdarah namun menimbulkan rasa
sakit yang tak tertahan agar setidaknya tenang untuk dilihat. Karena rasa sakit
ini, setidaknya mengingatkanku bahwa kau pernah ada, pernah bersama dan kau
benar-benar nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar