Bertanya Padaku
Tentang kita yang tidak juga usai. Ini permohonan atau mungkin perintah: bertanyalah padaku!
Ada banyak penjelasan yang kusimpan. Bukan disini, tentu saja. Entah apa yang kau duga selama ini. Entah apa yang kau pikirkan tentangku selama ini. Apa yang kau ketahui, apa yang kau kira, yakinlah tidak sepenuhnya benar. Jangan terlalu percaya terhadap apa yang kau lihat apalagi terhadap apa yang kutulis sebelumnya. Satu hal, percayalah pada hal yang akan aku jelaskan padamu setelah kau bertanya. Bagaimana semua terjadi, bagaimana segalanya seterlambat ini.
Aku jenuh, bercerita pada seseorang ini, seseorang itu, bahkan pada Tuhan sekali pun. Aku hanya ingin bercerita padamu. Jika tulisan ini terlalu rumit kaupahami, aku berani bertaruh lebih rumit lagi saat aku menerjemahkan perasaanku pada kata demi kata.
Tak peduli seperti apa kau sekarang. Karena aku hanya ingin menaruh kejujuran di telapak tanganmu saat ini juga. Kemudian menyingkirkan salah paham diantara kita. Aku selalu membenci keadaan dimana kita pergi sendiri-sendiri tanpa pernah mengucap selamat tinggal atau sesederhana "aku tak menyukaimu". Rasanya itu lebih tenang.
Aku tak cukup dalam mengenalmu, kau pun tak cukup lama mengenalku. Kau mungkin takkan pernah bisa menduga tentang apa yang aku lakukan dan rasakan. Benar, kau takkan bisa menduga itu. Karena setelah kau tahu, kau ingin tetap disini atau bahkan pergi lagi, tak jadi masalah. Kau bertanya, aku lega.
Terakhir, jangan pernah percaya terhadap apa yang kutulis. Aku akan memberi kejujuran setelah kau bertanya. Aku bersumpah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar