Waktunya Telah Tiba
Waktunya telah tiba. Saya harus melepaskan, membiarkan dan mengikhlaskan sesuatu yang bukan untuk saya. Apa yang dimau, apa yang diharapkan ternyata tak pernah kunjung datang. Waktu yang telah saya habiskan selama ini untuk menunggu orang itu ternyata hanya sia-sia. Sedih memang, sulit sekali untuk sekedar terlihat biasa saja. Menutupi perasaan yang begitu menyedihkan dan ngilu sampai ke ulu hati. Saya selalu ingin menyerah karena lelah menunggu namun pada kenyataannya tak pernah benar-benar bisa saya lakukan. Untuk kali ini, saya harus melakukannya, demi siapa? Demi diri saya sendiri.
Orang itu telah menemukan kebahagiaannya bersama perempuan lain. Orang itu telah jatuh cinta pada perempuan lain. Orang itu telah benar-benar pergi. Semoga orang itu bisa menemukan apa yang ia cari.
Saya tidak bisa berkata kalau saya baik-baik saat ini. Saya hanya terluka, namun berusaha mengobatinya dengan segera. Tidak mudah, memang. Ketika rasa ingin tahu begitu menguasai, ketika itu pula rasa pilu mendera lebih kejam. Saya sudah tak ingin tahu, tak ingin peduli. Biarlah, biarkan saja berlalu tanpa saya tahu. Dan terlebih ketika rindu itu datang, apa daya diri ini. Saya selalu duduk di tempat yang sama, menunggunya. Tapi kali ini tidak, tidak akan lagi.
Waktunya telah tiba untuk saya menyadari seberapa penting diri saya di masa depan. Terakhir untuk orang itu, beruntunglah kau pernah ditunggui sesetia ini, sefrustasi ini, selama ini oleh perempuan ini. Tapi kini saya harus berhenti untuk menginginkan, mengharapkan dan memimpikannya. Harus!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar