Kausebut Bidadari
|
Sabtu, 19 Oktober 2013
|
Puisi
|
Diantara kalimat bertudung sajak aku berpuisi
Untuk seseorang yang kausebut bidadari
Satu detik terpaku waktu
Dua detik meraba panas yang liar
Tiga detik kau masih memandang lurus
Detik yang entah keberapa lagi, kau merasa terbakar dan tak sadar
Inginmu mampu memantri setiap inci gurat bibirnya
Indah itu menyebar hingga ke bayang-bayang
Kini kau semakin tergoda untuk tidak mengabaikan rasa
Katamu, dia selalu punya pesona
Katamu, dia bahkan tak mampu mengurai noda
Dan di saat kau melangkah hanya dalam harap
Dia berlalu tanpa sempat membagi tatap
Senyumnya luput dan sirna
Kutahu, kausebut dia bidadari
Sajakku mengamini, sajakku mencintai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar