Miss Something From Him

| Jumat, 19 Juni 2015 | |
Saya  merasa kehilangan sesuatu. Yang sebelumnya ada dan sekarang mulai tiada. Karena malam ini saya merindukan sesuatu. Menginginkannya kembali seperti dulu tapi saya tidak dimampukan untuk meminta. Saya hanya diam, memikirkan sendiri.

Saya takut. Takut dia bosan, takut dia menyerah, takut dia berubah dan takut dia pergi. Sikapnya tak seantusias dulu, tak ada kejutan-kejutan kecil lagi, atau sekedar ucapan mesra. Ah, saya meminta terlalu padanya. Saya ingin mengatakannya tapi bisa diduga dengan mudah hal itu hanya mampu membuat luka baru dan pertengkaran seperti biasa. Satu sisi, saya ingin menjadi yang terbaik untuknya dan tidak mempersulit dia dengan segala sikap saya ini. Dan saya tidak ingin membuatnya tidak nyaman dan malah menambah daftar minus tentang saya. Terlalu banyak hal negatif dari kehidupan saya, dia tahu dan sejauh ini dia menerima. Seharusnya itu cukup, dan saya tak semestinya meminta banyak hal lagi. Di sisi lain, saya merindukannya. Dia ada tapi seolah tak ada. Dia seseorang yang sama tapi tak lagi sama. Mungkin karena waktu segalanya memudar, baik itu memori maupun perasaan. Rasanya hambar, mengalir begitu saja, segala serba ditahan dan disimpan. Entahlah, jika dia tau tentang ini pasti dia akan berpikir kalau saya kekanak-kanakan, kurang kerjaan, terlalu sensitif, cengeng dan menyebalkan. Saya akan membuatnya marah.

Dia sibuk. Sibuk dengan kuliahnya, dengan rutinitasnya, dengan hobinya dan pikiran lainnya. Terkadang saya memahami keadaan yang seperti itu tapi saya tak suka diabaikan. Mengontrol suasana hati pun saya tak jarang kewalahan. Saya marah dan dia lebih marah.

Saat rindu sekali saya sering menonton video yang ia berikan di hari ulang tahun saya waktu itu. Sudah lama itu berlalu tapi saya merasa baru kemarin ia membuat saya tersenyum sangat lebar untuk hadiah istimewa itu. Capture chat kami yang berisi percakapan yang menghibur, membacanya berulang-ulang, menarik ingatan itu ke waktu sekarang dan saya larut kedalamnya. Saya tak ingin membuat kesalahan lagi, membuatnya kecewa terlalu sering. Ya, saya tak perlu mengeluh tentang ini lagi padanya karena takkan berguna.

Setidaknya saya membutuh sesuatu lain yang mampu merubah suasana hati saya menjadi lebih baik. Saya membicara sendiri dalam hati hanya menumpuk masalah gila ini menjadi lebih runyam (dilihat dari kacamata saya saja). Blog ini pun tak banyak yang tau, saya ingin bercerita lagi. Yaah, saya menulis ketika saya merasa tidak terhibur. Hal-hal yang tadi saya pikirkan menghambat kesenangan-kesenangan saya yang lain. Sungguh saya membutuhkan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content - Rida In Wordland -